Monday, August 26, 2013

Resume Mitigasi Bencana



Nama                    : Romanu Dwi Sasongko
NIM                     : 16313039
Fakultas               : FITB

                Jika terjadi bencana gempa bumi dan kita sedang berada di dalam ruangan, maka tindakan yang harus kita lakukan adalah bersembunyi di bawah meja dan jangan berlari ke luar ruangan sebelum gempa reda. Setelah gempa reda maka segeralah meninggalkan gedung/ruangan melalui tangga darurat, jangan menggunakan lift. Jika terjadi gempa bumi ketika sedang berada di luar gedung, segeralah berlari menuju ke tempat yang lapang ataupun assembly point.
                Kemudian jika terjadi bencana kebakaran di dalam gedung, maka kita harus segera membunyikan alarm kebakaran, dan gunakanlah apar untuk memadamkan api, tetapi jika api tidak kunjung padam segera memberi tahu ke petugas keamanan untuk membantu. Dan jika kebakaran terjadi di luar gedung, segeralah meminta bantuan kepada petugas keamanan dan menyelamatkan diri.

Sunday, August 25, 2013

Tugas Resume Kegiatan Hari Sabtu tanggal 25 Aagustus 2013



Nama                 : Ahmad Zahi Ulul Azmi
NIM                   : 16713193
No Kelompok    : 124

Pagi hari jam 6.20 para maba dikumpulkan dilapangan sipil. Setelah ssemuanya datang, diadakan mentoring agama. 5 kelompok di mentor oleh satu orang dari gamais. Laki-laki dan perempuan dipisahkan tempatnya. Perempuan mendapatkan tempat di lapangan SR. Mentoring agam berlangsung selama satu jam dan berisi tentang akidah. Acara dilanjutkan dengan mentoring dari kakak-kakak himpunan, acara ini berlangsung juga satu jam dan membahas tentang kemahasiswaan dan apapun yang berhubungan dengan mahasiswa.
Pada siang hari pukul 12.00 acara dilanjutkan dengan sholat dhuhur. Setelah sholat dhuhur diadakan observasi di lapangan, dan kebetulan kelompok saya mendapatkan tempat di daerah ciumbeluit. Disana diadakan wawancara kepada masyarakat daerah tersebut dan juga mengamati kondisi daerah tersebut. Jam 3 kami sudah kembali ke itb dan disambut oleh kakak-kakak himpunan untuk menguji materi yang kita dapatkan selama oskm 2013 ini. Forum ini berlangsung satu jam dan dengan suasana “panas”. Setelah itu diadakan sholat maghrib dan mobilisasi ke saraga untuk penutupan oskm 2013. Acara penutupan ini sangat seru dan keren, dihadiri juga oleh pak rektor itb dan ketua KM. Acaranya juga diisi oleh teater kolosal dan juga menerbangan ratusan balon warna-warni yang diisi lampu warna-warni. Tepat pukul 9 kami dimobilisasi pulang melalui gerbang utama.

Resume materi OSKM 2013 hari sabtu 25 agustus 2013
-          Mentoring Agama
Mahasiswa harus tetpa membentengi imannya karena godaan di kampus sangatlah besar. Bukan hanya godaan nafsu syahwat tetapi juga godaan yang berasal dari segi intelektual. Misalnya, menjadi ragu akan keimanannya dan juga akan tuhan karena terdapat beberapa kejadian agama mauun apa yang disampaikan oleh agama masing-masing belum terbukti dan belum terjawab secara logika
-          Mentoring Taplok
Mahasiswa harus mengerti potensi, peran, dan posisinya di dalam kampus dan juga di dalam masyarakat. Dengan mengerti posisi, peran, serta potensinya  maka mahasiswa dapat memberikan kontrubusi kepada kampus dan masyarakat. Mahasiswa perlu berkolaborasi agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dan ;ebih baik di masyarakat. Karena itu kolaborasi harus dilaksanakan dan juga dibudayakan. Dalam perannya sebagai mahasiswa, mahasiswa harus bersifat kritis, kontruktif, dan kreatif agar dapat menjadi mahasiswa yang sebenarnya dan mengabdi di masyarakat
-          Mentoring Himpunan
Di dalam kampus mahasiswa berpolitik di dalam beberapa bagian, antar lain kabinet, kongres, hmj, MWA, Tim Beasiswa, dan lain-lain. Dalam dunia politik di kampus terdapat bagan hierarki yang menyusun tiap bagian poltiik di kampus


Resume Video Mitigasi
Dalam menghadapi bencana yang terjadi dikampus ITB, seperti kebakaran, gempa bumi maupun bencana lain ITB telah membuat prosedur penyelamatan secara terstruktu dan sistematis. ITB telah memberikan peralatan yang memadai jika terjadi bencana, misalnya, alat pemadam kebakaran, alarm api, dan lain sebagainya. ITB juga telah membangun suatu tempat berkumpul yang man jika terjadi bencana-bencana di kampus ITB

Resume Materi Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Mitigasi

Nama        : Norman Arif Muhammad
NIM         : 16313219
Fakultas    : FITB

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pada hari terakhir acara OSKM ITB 2013, para mahasiswa di beri materi mengenai keagamaan dan kemahasiswaan oleh para senior angkatan 2011.

1. Resume Materi Keagamaan (Tanggal 24 Agustus 2013)

Sekitar pukul 8.00 pagi, kami dibagi menjadi 20 kelompok sesuai agama masing-masing untuk mengikuti suatu diskusi mengenai keagamaan. Saya pun bersama 19 orang lainnya di mentori oleh mahasiswa senior angkatan 2011 dari GAMAIS. Kami diberi materi mengenai apa sebenarnya tujuan kami kuliah di ITB, dan juga kebesaran serta kesempurnaan Allah dalam menciptakan alam ini beserta isinya. Selain itu kakak mahasiswa juga menjelaskan bahwa dalam agama ketika kita mendapati logika maupun teori berlawanan dengan agama maka tetap berpegang teguhlah pada agama, karena jika suatu logika ataupun teori milik manusia tidak bersesuaian dengan agama, maka logika ataupun teori tersebut suatu saat nanti akan dijatuhkan oleh teori dan logika yang bersesuaian dengan agama. Mengapa begitu? Karena ilmu manusia dibandingkan ilmu Allah ialah bagai setitik tinta di tengah samudera, serta manusia sebagai mahluk Allah juga adalah mahluk yang penuh dengan kesalahan dan kekhilafan.

2. Resume Materi Kemahasiswaan

Setelah mentoring mengenai keagamaan selesai kami dikumpulkan kembali sesuai dengan kelompok kami, dan para taplok dari masing-masing kelompok memberi kami materi dasar mengenai kemahasiswaan. Materi diawali dengan pengertian kolaborasi. Kolaborasi adalah kerja sama antar individu dengan tujuan yang sama dengan kemampuan yang berbeda-beda. Kolaborasi tentunya sangat menguntukan, yaitu dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan, dapat melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang sehingga menghasilkan pendapat yang beragam yang tentu saja bila disatukan akan membentuk suatu solusi yang jauh lebih baik, selain itu dengan kolaborasi kita dapat meraih tujuan yang tidak dapat diraih sendirian.Tetapi dalam kolaborasi diperlukan pula kesamaan tujuan dari masing-masing individu serta kemauan untuk mengatur dan diatur jika tidak maka kolaborasi yang dilakukan tidak dapat berjalan lancar.

Selanjutnya kami diberi materi mengenai urgensi kemahasiswaan yang salah satunya adalah falsafah kemahasiswaan yaitu POPOPE (Posisi, Potensi, Peran). Posisi mahasiswa di masyarakat yaitu sebagai masyarakat sipil, masyarakat ekonomi, dan masyarakat politik. Potensi mahasiswa antara lain, kritis, idealis, mandiri, semangat, jaringan, multidisiplin ilmu, dan semangat. Dan peran mahasiswa ada tiga yaitu, agent of change (agen yang akan perubahan ke arah yang lebih baik), iron stock (cadangan manusia yang terpelajar untuk menempati posisi-posisi di masyarakat), dan guardian of value (penjaga nilai-nilai yang ada di Indonesia).

Setelah itu, kami juga diberi materi mengenai tri dharma perguruan tinggi yang terdiri dari, pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Ada pula materi mengenai 11 budaya kampus ITB, yaitu, peduli terhadap lingkungan, integritas akademik, diskusi, apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, budaya mahasiswa dekat dengan masyarakat, budaya mahasiswa dekat dengan lingkungan, mau menjadi pemimpin, dan mau menulis.

Ada juga materi mengenai cinta tanah air, pengertian KM-ITB dan juga susunan/struktur KM-ITB. Materi terakhir ialah mengenai pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat. Menjadi mahasiswa berarti kita mempunyai beban tanggung jawab yang lebih besar daripada pada saat kita menjadi siswa. Dan pengabdian masyarakat menjadi salah satu kewajiban bagi mahasiswa. Pengabdian masyarakat itu contohnya adalah gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa ada dua yaitu, gerakan vertikal dan horizontal. Gerakan mahasiswa ini selain ditujukan untuk mengabdikan diri kita (mahasiswa) kepada masyarakat juga sebagai suatu wadah bagi mahasiswa untuk membentuk karakter diri.

3. Materi Mitigasi

Dalam materi mitigasi disampaikan beberapa cara untuk menanggapi bencana seperti gempa bumi dan kebakaran. Pada intinya saat terjadi bencana hal pertama yang harus kita lakukan adalah jangan panik dan bergerak sesuai dengan prosedur mitigasi. Saat terjadi gempa bumi dan kita berada dalam ruangan carilah tempat berlindung sembari melindungi kepala, setelah gempa reda, cari lah emergency exit dan segeralah keluar dari bangunan menuju assembly point yang tersebar di beberapa tempat di ITB, jika berada di bangunan berlantai lebih dari satu jangan gunakan lift, gunakanlah tangga darurat untuk keluar dari bangunan tersebut. Dan apabila terjadi kebakaran, gunakanlah fire extenguisher untuk memadamkan api jika dirasa api cukup kecil untuk bisa dipadamkan, dan jika api terlalu besar keluarlah dari bangunan dengan emergency exit dan hubungi nomor darurat.

Sekian. Wassalam.




Resume Mitigasi -Niki Rahma Rizkita Fttm 16413122

   Apabila terjadi bencana gempa dan kita sedang berada dalam suatu ruangan, berlindunglah secepatnya di bawah kolong meja atau barang/bangunan yang bisa melindungi kepala kita dari reruntuhan. Jangan panik dan berlarian. tetap tenang dan evakuasi diri sendiri dengan menggunakan tangga darurat, bukan lift. Tetaplah melindungi bagian kepala saat terjadi gempa dan saat proses evakuasi. Bila gempa terjadi dan kita sedang berada di ruang terbuka, jauhilah gedung dan lindungi selalu kepala kita.

    Apabila terjadi kebakaran dan kita berada di suatu ruangan, kondisikanlah kita tetap tenang dan beritahu orang sekitar kita agar mereka waspada. Bunyikan alarm tanda kebakaran, dan apabila kita merasa mampu untuk memadamkan apinya, padamkanlah dengan APAR, namun apabila tidak bisa, berlarilah keluar gedung. Janganlah berlebihan dalam usaha menyelamatkan berkas/harta benda karena bagaimanapun, nyawa tetaplah lebih penting. Usahakan untuk selalu mengingat denah gedung dimana anda berada, sehingga anda bisa mengevakuasi diri anda sendiri dan memudahkan petugas pemadam kebakaran. Apabila kebakaran terjadi di ruang terbuka, menjauhlah dari sumber api dan teleponlah pemadam kebakaran atau K3L.

Lanjutan Materi OSKM 24 Agustus 2013 -Niki Rahma Rizkita Fttm 16413122


  • Kelengkapan Organisasi
1. Kongres
2. Kabinet KM Itb
3. Tim beasiswa
4. MWA/WM
5. HMJ
6. Unit kegiatan

Kongres berda di paling atas bagan. MWA/WM, Kabibet, dan tim beasiswa terletak satu libear dibawah kongres. HMJ berada di bawah kabinet dan Unit berada dibawah tim beasiswa. MWA/WM dan kabinet memiliki garis tebal menuju kongres. MWA/WM, kabinet, dan tim beasiswa memiliki garis putus-putus satu sama lain. Kabinet dan HMJ memiliki gariss putus-putus, begitupula dengan kabinet dan unit. HMJ memiliki garis tebal menuju kongres dan HMJ memiliki garia tebal kepada unit.
Garis tebal berati garis komando yang artinya MWA/WM, kabibet, dan HMJ harus mematuhi tugas dan keputusan dari kongres. Sedangkan garis putus-putus disebut garis koordinasi. Garis koordinasi tidak bersifat memikat. Kongres adalah lembaga legislatif dan yudikatif, sedangkan kabinet adalah eksekutif, atau peng-eksekutor. Kongres berisi para senator yang berasal dari HMJ. mereka membawa aspirasi mahasiswa jurusan di kongres untuk pengambilan keputusan haluan program atau GBHP. Tim beasiswa tugasnya mencari beasiswa, mengedarkannya, dan bertanggung jawab kepada kabinet. MWA/WM berurusan dengan rektorat dan membawa aspirasi, seperti meminta dukungan fasilitas. HMJ adalah himpunan mahasiswa jurusan. Kabinet tidak menhatur HMJ dan unit.


  • Filosofi gerakan mahasiswa. 
Gerakan mahasiswa dibagi menjadi dua, yaitu gerakan vertikal dan horizontal. Gerakan vertikal adalah gerakan seperti demo. Kelebihannya bisa mencangkup area yang lebih besar (dampak yang lebih besar( namun kekurangannya bisa memakan waktu lama. Sedangkan gerangkan Horizontal gerakan non radikal seperti bakti sosial, damoak yang dihasilkan tidak mencangkup area yang begitu besar, namun dapat dilakukan dengan waktu yang relatif singkat. 

Budaya pergerakan mahasiswa di Itb

Budaya pergerakan mahasiswa di Itb menggunakan metode kajian dan difasilitasi oleh kabinet. Karena mahasiswa Itb sadar dengan title "maha" didepan kata siswa yang mengemban banyak tanggung jawab dan dituntut untuk lebih mandiri. 

  • Insan Akademis
Menghasilkan Insam akademis adalah salah satu tujuan Universitas. Maka dati itu mahasiswa dapat memilih jurusan sesuai minat dan bakat masing-masing untuk daoat menyelesaikan masalah dikemudian hari dan pengamalan tri darma pendidikan. Adapun 2 peran insan akademis adalah mengembangkan diri guna menghafapi tantangan di masa yang akan datang dan mencari kebenaran yang objektif.

Pembentukan karakter merupakan salah satu cara untuk membentuk insan akademis yang ideal. Bisa dilakukan dengan mengikuti pergerakan kemahasiswaan ataupun unit. Dengan pengembangan karakter, kami diharapkan mampu untuk adaptive dengan karakter Itb. Meskipun kita aktif dalam segala pergerakan, namun kita harus tetap menyadari batasan yang berlaku. Salah satu genrakan yang pernah dilakukan oleh mahasiswa Itb adalah Gebrak Indonesia dan Palapa.

Resume Mitigasi: Kebakaran dan Gempa Bumi

Nama : Agus Domas Indrawijaya
NIM : 16913282
Fakultas : FTMD

Jadi kami saat di auditorium pas jeda break, dipertontonkan beberapa video. Salah satunya adalah video mitigasi bencana alam gempa bumi dan kebakaran di dalam ruangan. Yah lumayan well-made walaupun yang kebakaran mirip indosiar KW :v

Disaat gempa bumi, segeralah mencari jalan keluar dari ruangan untuk menghindari benda yang jatuh akibat gempa. Menggunakan lift sangat berbahaya, jadi carilah jalan keluar lain seperti emergency exit atau tangga darurat. Namun apabila tidak sempat, berlindunglah di bawah meja dengan menunduk dan lindungi kepala dengan tangan. Apabila berhasil keluar, jangan panik, hindari pepohonan dan bangunan.

Disaat kebakaran, khususnya di dalam ruangan segeralah berteriak jika mengetahui terjadi kebakaran yang berpotensi menjadi besar, agar semua orang tahu. Bunyikan alarm jika terdapat di dalam gedung dan selamatkan diri kalian. Bila api tidak terlalu besar, gunakan APAR untuk memadamkannya, namun jika kalian tidak bisa menggunakannya, jangan gunakan APAR dan berlarilah demi keselamatan.

Di kampus ITB, terdapat assembly point tersebar di beberapa titik kampus. Berlarilah ke titik tersebut saat terjadi bencana diatas atau hal yang lain dan jangan pulang. Telepon K3L segera bila terjadi bencana alam seperti kebakaran.

Resume Mitigasi

Nama : Fidelis Elizabet
NIM : 16413302
Fakultas : FTTM


Hal yang harus dilakukan jika terjadi gempa di dalam ruangan yaitu berlindung di bawah meja, jangan pergi berlarian saat terjadi gempa, lindungi selalu kepala, dan gunakan tangga darurat bukan lift. Hal yang harus dilakukan jika terjadi gempa di luar ruangan, segeralah pergi ke jalan yang jauh dari bangunan dan tetap lindungi kepala anda.

Kemudian hal yang harus dilakukan jika ada kebakaran di dalam ruangan yaitu berteriaklah agar semua orang menjadi waspada, kemudian bunyikan alarm, padamkan api dengan APAR, dan selalu kenali denah gedung yang anda tempati.

Jika ada kebakaran terjadi di luar ruangan yaitu teleponlah k3l dan selamatkan diri anda.
 

Resume Mentoring dan Mitigasi Bencana

Nama: Edwin Wijaya
NIM: 16513315
Fakultas:STEI

Resume mentoring OSKM:

                Di OSKM 2013, mahasiswa baru mendapatkan mentoring dari beberapa pihak, baik dari taplok, mentor agama, dan kakak senior angkatan  2011. Untuk mentoring agama, saya dimentor oleh PMK(Persekutuan Mahasiswa Kristen) ITB. Di sini maba dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 20 orang. Namun untuk kegiatan mentoringnya sendiri kembali dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang. Apa yang diajarkan di mentoring agama ini ? Saya diajarkan mengenai visi hidup saya, hakikat hidup saya berdasarkan ajaran agama Kristen. Di sini saya lebih mengerti bagaimana caranya agar kita dapat memiliki visi hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan cara berdoa, bersekutu, dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan yang rusak karena dosa, setiap kita dapat mengerti apa yang Tuhan inginkan dalam hidup masing-masing kita. Poin kedua, saya juga belajar bagaimana mengerti rancangan yang Tuhan berikan bagi setiap kita. Manusia seringkali bersungut-sungut atau protes terhadap rancangan yang Tuhan berikan atas hidupnya. Tampaknya rencana kita tidak dikabulkan Tuhan. Namun di mentoring ini saya diajarkan, bahwa rancangan Tuhan itu lebih baik daripada rancangan kita. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik bagi setiap umat-Nya. Hasilnya mungkin tidak akan terlihat sekarang atau waktu dekat. Namun, pada akhirnya kita akan menyadari dan mengakui bahwa rancangan dan rencananya lebih indah baik daripada rencana yang kita rancangkan. Misalkan, mahasiswa baru ditempatkan di ITB pasti ada tujuannya. Tuhan tentu sudah merancangkan bagaimana kelak kita dapat melaksanakan kehendak-Nya dengan kita kuliah di ITB. Itulah hal yang saya dapatkan selama mentoring agama.
                Mentoring lainnya adalah mentoring dari taplok tentunya. Materi yang dibawakan antara lain pola pikir K3 yang sudah pernah dibuat resumenya. Selain itu ada juga materi mengenai kolaborasi. Sebagai mahasiswa tentunya selain ada kompetisi, ada pula kolaborasi. Kolaborasi dapat diartikan sebagai kerja sama antar individu yang berbeda latar belakang untuk meraih tujuan yang sama. Di sini mahasiswa diajak untuk berkolaborasi walau rumpun ilmu atau budayanya berbeda karena sekarang kita adalah mahasiswa ITB. Dalam berkolaborasi tentu saja ada konflik yang timbul seperti tujuan, prinsip, konsep-konsep yang berbeda. Akan tetapi semua itu harus diminimalisir sehingga tujuan kolaborasi dapat tetap tercapai. Setidaknya ada 2 tujuan kolaborasi: efisiensi mutu dan melihat dari berbagai sudut pandang. Kolaborasi sangat berperan dalam mendidik kita agar bisa mengatur dan diatur.
                Materi lainnya yang tak kalah penting adalah mengenai urgensi kemahasiswaaan. Di sini dijelaskan mengenai falsafah kemahasiswaan yaitu POPOPE (Posis, Potensi, dan Peran). Ada 3 posisi mahasiswa, yaitu sebagai masyarakat sipil terpelajar, masyarakat ekonomi, dan masyarakat politik. Potensi mahasiswa tentu saja banyak antara lain, kritis, idealis, mandiri, semangat, wawasan luas, multidisiplin ilmu, dan jaringan. Sedangkan peran mahasiswa dapat dibagi menjadi 3: agent of change(agen perubahan, harus bergerak ke masyarakat), iron stock(harus bisa ditempa, bisa dipakai Negara/masyarakat, pengganti generasi yang sekarang memimpin), dan guardian of value(penjaga nilai atau norma dan budaya). Selain itu ada pula materi mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian masyarakat. Setiap mahasiswa sudah barang tentu melaksankan konsep-konsep ini. Hal lain yang tak kalah penting adalah budaya kampus, tentunya budaya kampus di ITB. Ada 11 poin budaya kampus yang diinginkan oleh KM-ITB : peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi, apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, budaya mahasiswa dekat masyarakat, lingkungan/ alam, mau menjadi pemimpin, dan mau menulis. Selain itu pula ada materi mengenai cinta tanah air. Mahasiswa dituntut untuk memiliki rasa cinta tanah air yang dalam. Hal itu menjadi sangat penting mengingat mahasiswa akan menjadi calon pemimpin masa depan. Hal itu harus diwujudkan dalam keseharian hidup mahasiswa, jadi bukan saja dalam hal akademik semata. Setiap mahasiswa juga dituntut untuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan (non-akademis) seperti aktif dalam Unit ataupun turut berperan dalam HMJ, kabinet, dsb. Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan ini juga tidak lain adalah untuk mengembangkan karakater mahasiswa yang seutuhnya.
Selain itu mentoring juga dibawakan oleh senior angkatan 2011 mengenai KM-ITB dan pergerakan mahasiswa. Anggota KM-ITB adalah seluruh mahasiswa S-1 di ITB. Kedaulatan tertingginya tetap ada di tangan mahasiswa S-1 ITB. Kelengkapan organisasi KM-ITB berupa Kongres, Kabinet KM-ITB, Tim Beasiswa, MWA/WM, HMJ(Himpunan Mahasiswa Jurusan), dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Kongres menempati urutan tertinggi dalam hal kekuasaan. Anggota Kongres adalah senator-senator yang berasal dari perwakilan HMJ. Kongres memiliki kedaulatan atas MWA/WM dan Kabinet. Kabinet, MWA/WM, dan Tim Beasiswa berada dalam posisi sejajar. Kabinet memiliki fungsi koordinasi(kerja sama) dengan MWA/WM dan Tim Beasiswa. Di bawah Kabinet ada HMJ dan Unit. Kabinet juga harus berkoordinasi dengan HMJ dan Unit walau posisi keduanya berada di bawah Kabinet. Itulah kira-kira gambaran diagram antar kelengkapan organisasi di KM-ITB.
                Materi terakhir adalah mengenai gerakan mahasiswa secara umum dan di ITB khususnya. Gerakan mahasiswa dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu vertikal dan horizontal. Secara vertikal berarti gerakan mahasiswa ditujukan ke pemerintah. Hal ini biasanya ditujukan dalam bentuk demonstrasi. Mahasiswa ITB memiliki cara yang berbeda dalam hal demonstrasi. Mahasiswa ITB tidak melakukan demo dengan cara-cara anarkis melainkan dengan cara-cara diskusi antara pihak pemerintah dan mahasiswa, seperti yang dilakukan dengan pihak DPR ketika berdemo mengenai kenaikan harga BBM. Hal ini menurut mahasiswa ITB ditujukan dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan dan nama baik ITB. Mahasiswa ITB juga tidak mau mengikuti demo yang tidak jelas tujuan atau konsepnya sekalipun itu diajak oleh mahasiswa dari kampus lain. Gerakan mahasiswa secara vertikal memiliki dampak positif karena dampaknya luas, bahkan bisa berskala nasional.Akan tetapi, gerakan mahasiswa secara vertikal seperti demo juga memiliki dampak negative yaitu tindakan anarkis yang bisa merugikan masyarakat sekitar dan fasilitas umum. Jenis gerakan mahasiswa yang kedua adalah secara horizontal. Hal ini bisa dilakukan dengan bakti sosial sebagai contohnya. Gerakan mahasiswa secara horizontal memang lebih dititikberatkan sebagai gerakan yang ditujukan langsung kepada masyarakat. Contoh lainnya adalah pembangunan desa tertinggal. Gerakan horizontal memiliki dampak positf berupa gerakan yang tidak anarkis dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Akan tetapi gerakan mahasiswa secara horizontal memiliki dampak yang sempit karena hanya bergantung kepada area tertentu saja, tidak seperti gerakan vertikal yang jika berhasil bisa berdampak nasional. Berkenaan dengan hal ini, perguruan tinggi pun memiliki tugas di antaranya menghasilkan insan akademis. Mereka adalah mahasiswa yahng mampu mengabdikan ilmunya ke masyarakat, bukan saja di dalam kampus. Sebagai insan akademis tentunya memiliki 2 peran: menghadapi tantangan masa depan dan mengerti kebenaran yang realistis/ sebenarnya, bukan secara subjektif. Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan ini juga tidak lain adalah untuk mengembangkan karakater mahasiswa yang seutuhnya.

Resume video mitigasi bencana:

                Bencana dapat terjadi kapan saja. Baik ketika kita siap menghadapinya maupun saat yang tidak kita duga. Maka dari itu perlu tindakan-tindakan dalam menghadapi bencana. ITB sangat peduli dengan hal ini. Maka dibuatlah sebuah video mitigasi bencana meliputi tindakan-tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, baik bencana alam seperti gempa bumi dan bencana yang disebabkan oleh kelalaian manusia atau kesalahan pada fasilitas atau alat-alat seperti kebakaran.
                Untuk bencana gempa bumi, dijelaskan bahwa hal yang perlu dilakukan ketika kita berada di dalam ruangan adalah langsung mencari tempat persembunyian seperti kolong meja atau tempat berlindung lainnya. Setelah gempa berhenti, segera keluar dari ruangan, cari tempat terbuka dan lindungi kepala Anda ketika keluar ruangan sehingga Anda aman. Hal ini ditujukan untuk menghindari adanya runtuhan bangunan yang bisa mencelakai kita. Jika kita berada di luar bangunan, segera mencari lapangan agar terhindar dari reruntuhan bangunan atau pohon yang mungkin tumbang.
                Jika terjadi kebakaran dan Anda berada di dalam ruangan, segera cari APAR(alat pemadam) dan padamkan api. Akan tetapi, jika Anda tidak yakin mampu melakukannya mintalah bantuan orang di sekitar Anda atau hubungi segera petugas pemadam kebakaran. Jika Anda berada di luar bangunan dan terjadi kebakaran, segera hubungi petugas pemadam kebakaran, agar kebakaran tidak meluas. Itulah tindakan pertama yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana gempa bumi dan juga ketika terjadi kebakaran.

Resume materi 24 Agustus

Nama : Fidelis Elizabet
NIM : 16413302
Fakultas : FTTM


Dalam mentoring agama kami diberi materi berupa Visi dan Misi, visi merupakan tujuan dalam hidup seseorang yang akan diwujudkannya dalam hidupnya ke depan, visi haruslah berupa impian yang realistic yaitu impian yang mampu dan dapat diwujudkan. Visi yang baik tidak hanya mementingkan kepentingan sendiri, melainkan dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat sekitar. Misi merupakan langkah kita untuk mewujudkan visi tersebut.

Selanjutnya oleh kakak taplok, kami diberi materi berupa kolaborasi, kolaborasi merupakan bentuk kerja sama antarindividu untuk mencapai tujuan yang sama.

Kemudian kami diberitahu mengenai popup, yaitu posisi mahasiswa berupa masyarakat sipil terpelajar, masyarakat ekonomi yang membutuhkan uang, dan masyarakat politik. Yang kedua potensi berupa kritis dalam memecahkan masalah, idealis, mandiri, semangat, berwawasan luas, multi disiplin ilmu dan memiliki jaringan yang luas. Yang ketiga yaitu peran, mahasiswa memiliki peran yaitu sebagai pembawa perubahan, iron stock, dan penjaga norma dan nilai yang ada.

Lalu materi selanjutnya yaitu Tri Darma perguruan tinggi, yaitu yang pertama pendidikan, yang kedua penelitian dan pengembangan dan yang ketiga pengabdian kepada masyarakat.

Kemudian kami diberitahu mengenai budya kampus, seperti peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi,apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, budaya mahasiswa dekat masyarakat, budaya mahasiswa dekat dengan lingkungan, budaya mau jadi pemimpin, dan budaya menulis.

Selanjutnya kami diberi materi mengenai KM ITB, yang memiliki anggota yaitu seluruh mahasiswa s1 di ITB, lalu kedaulatan tertinggi berada di tangan mahasiswa dan memiliki kelengkapan organisasi berupa kongres, cabinet, tim beasiswa, MWA/WM, hmj dan unit.

Materi selanjutnya berupa gerakan mahasiswa, gerakan tersebut ada yang berarah vertical dan horizontal, yang dimaksud vertikal yaitu gerakan antara mahasiswa dengan pemerintah yang dapat berdampak pada masyarakat luas, sedangkan horizontal merupakan gerakan antara mahasiswa dengan masyarakat yang tidak berdampak besar.

Lalu materi selanjutnya yaitu mengenai cinta tanah air, di sini kami diajarkan untuk mencintai tanah air kita, karena sebagai mahasiswa masyarakat Indonesia menaruh harapan kepada kami agar kami kelak dapat memimpin Negara ini menjadi lebih baik lagi.