Jonathan Sebastian
FTMD 16913102
OSKM hari ini diisi oleh berbagai macam acara yang berawal
dari pagi sampai malam hari.
Senam LSS
Pertama kami dimobilisasi ke saraga melewati terowongan
tamansari. Setelah di lapangan kami dikumpulkan sesuai dengan kelompok dengan
taplok kami. Lalu dengan sedikit MC, kami disuruh menutup mata, telinga dan
menundukkan kepala. Setelah selesai, ada danlap yang berorasi dan mengecek
kelengkapan spek kami. Namun ada beberapa spek yang tidak diberitahu, seperti
nastar, garam beryodium , helm sni dan spion. Namun anehnya ada maba yang
membawa barang-barang tersebut. Setelah danlap marah-marah dan bahkan terjadi
sedikit keributan di panggung, kami merasa ada yang aneh karena kami disuruh
mengikuti ucapan yang aneh dari danlap.Ternyata itu semua adalah sandiwara dari
LSS, dan kami pun senam dengan lagu yang dipimpin oleh anak-anak dari LSS. Kami
merasa rileks setelah sebelumnya agak tegang dengan adegan marah-marah. Lalu
danlap berkata bahwa kamilah putra-putri terbaik bangsa yang akan memimpin
bangsa ini.
#untukindonesia
Setelah itu kami dikondisikan untuk membentuk
#untukindonesia dengan 3600 maba di lapangan saraga. Saya dan kelompok saya
diatur oleh penanggung jawab untuk membentuk huruf “n” dalam Indonesia. Saya
dan kelompok saya bersedia diatur karena ini merupakan tanggung jawab saya
sebagai peserta dalam membuntuk #untukindonesia. Saya senang karena tugas ini
dapat dipenuhi dengan baik oleh ITB angkatan 2013 dan saya apresiasi khusu
terhadap para penganggung jawab yang sudah bersusah payah dalam mengatur maba
dalam acara ini. Kolaborasi yang dilakukan oleh anak seangkatan dapat
menampilkan suatu karya yang patut dihargai. Manfaat kolaborasi ini adalah
mempererat hubungan antar angkatan.
Seminar UPT K3L
Dalam seminar ini, dijelaskan mengenai keamanan, ketertiban,
kesehatan lingkungan dalam kampus. Di antaranya dijelaskan mengenai nomor
telepon darurat yang bisa dihubungi untuk memanggil ambulance. Dijelaskan juga
mengenai assembly point yang tersedia di itb dan smoking area. Dan juga apa
yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran di ITB.
Pembicara I : Gita Wirjawan
Pak Gita Wirjawan mengawali pidatonya dengan menceritakan
perkembangan ekonomi Asia yang berhasil mengalahkan Amerika. Namum dalam
kenyataannya, negera Islam hanya menguasai 6% dari ekonomi dunia. Indonesia,
sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia harusnya lebih
menguasai ekonomi dunia. Maka dari itu, Indonesia haruslah memanfaatkan
pluralitas budaya yang ia miliki. Hindari budaya murah kenyang, seperti
menikmati budaya lain terlalu berlebihan dan bentuklah budaya bangga berbangsa.
Maka dari itu, mahasiswa ITB 2013 diharapkan menjadi garuda-garuda yang
kreatif, terampil, berteknologi dan punya semangat kebangsaaan karena ITB
adalah calon pemimpin yang akan mengkuti jejak Soekarno.
Pembicara II: Wanadri
Pembicara selanjutnya adalah Indra Hidayat. Wanadri adalah
komunitas pencinta alam Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah seven
summits yaitu menaklukan 7 puncak tertinggi di dunia. Wanadri memaparkan bahwa
Indonesia mempunyai 17ribu pulau yang menunggu untuk kita eksplor. Mereka juga
menginfokan bahwa Indonesia bukan Negara kepulauan, Indonesia adalah Negara kelautan
Karena 70% dari Indonesia adalah lautan. Indonesia juga mempunyai panjang garis
pantai terpanjang setelah Kanada. Indonesia mempunyai semua ini karena
deklarasi Djuanda yang menetukan kekayaan alam di Indonesia adalah punya
Indonesia sendiri. Kegiatan Wanadri selain itu adalah mengunjungi pulau-pulau
tapal batas Indonesia dan menaruh patung Soekarno – Hatta di sana untuk
menandakan bahwa ini masih kepunyaan Indonesia.
Pembiacara III: Tri Mumpuni Iskandar
Bu Tri mengungkapkan idenya kepada ITB 2013 yaitu mahasiswa
harus mempunyai pengetahuan (logika) dan perasaan (empati) untuk membaca
Indonesia lebih baik. Tanpa akal sehat, kita akan membaca Indonesia untuk diri
sendiri. Definisi ekonomi sekarang ini adalah keadaan setimbang antara
investasi dan konsumsi untuk mencapai setinggi tingginya pertumbuhan. Makin
tinggi, makin baiklah perekonomian (akal dan logika). Realita yang ada,
banyak masyarakat Indonesia tidak mendapat akses listrik di daerahnya sehingga
ia harus belajar dalam kegelapan. Mahasiswa seharusnya dalam berwirausaha tidak
hanya harus memperhatikan aspek bisnis namun juga harus dapat berkonstribusi
untuk masyakarat Indonesia.
Pembicara IV: Kak Saska
Alumni Teknik Elektro ITB 2003 ini adalah seorang CEO dari
RisetIndie, sebuah perusahaan riset yang bergerak dalam bidang teknologi, social
dan media. Intinya adalah membuat sebuah ide riset menjadi ide usaha. Proyek
Kak Saska dimulai dari mencoba mempopulerkan kembali kamera polaroid yang sempat
bangkrut karena munculnya kamera digital. Usaha ini gagal, namum itu tidak
menyurutkan semangat Kak Saska dalam membangun RisetIndie. Proyek selanjutnya
adalah proyek animatronic yaitu robot yang diberi wajah manusia, proyek ini
berhasil ditampilkan dalam pementasan band Bottle Smoker. Proyek terkininya
adalah sebuah penelitian social mengenai kenyamanan warga Bandung dalam menaiki
angkot mengingat Bandung yang semakin macet akan keadaan pribadi. Maka dari itu
Kak Saska melaksanakan program Angkot Day, satu hari dimana angkot gratis dan
nyaman di trayek Kalapa – Dago. Sangat menyenangkan bisa mendengar cerita Kak
Saska dan sangat menginspirasi maba ITB dalam menggali ilmu di ITB ini.
Sesudah itu kami pun berkumpul dengan taplok dan lalu menuju
ke kos atau rumah masing-masing.
0 comments:
Post a Comment