Friday, August 23, 2013

Resume OSKM ITB 23 Agustus 2013

Jonathan Sebastian
FTMD  16913102

OSKM hari ini diisi oleh berbagai macam acara yang berawal dari pagi sampai malam hari.
Senam LSS
Pertama kami dimobilisasi ke saraga melewati terowongan tamansari. Setelah di lapangan kami dikumpulkan sesuai dengan kelompok dengan taplok kami. Lalu dengan sedikit MC, kami disuruh menutup mata, telinga dan menundukkan kepala. Setelah selesai, ada danlap yang berorasi dan mengecek kelengkapan spek kami. Namun ada beberapa spek yang tidak diberitahu, seperti nastar, garam beryodium , helm sni dan spion. Namun anehnya ada maba yang membawa barang-barang tersebut. Setelah danlap marah-marah dan bahkan terjadi sedikit keributan di panggung, kami merasa ada yang aneh karena kami disuruh mengikuti ucapan yang aneh dari danlap.Ternyata itu semua adalah sandiwara dari LSS, dan kami pun senam dengan lagu yang dipimpin oleh anak-anak dari LSS. Kami merasa rileks setelah sebelumnya agak tegang dengan adegan marah-marah. Lalu danlap berkata bahwa kamilah putra-putri terbaik bangsa yang akan memimpin bangsa ini.
#untukindonesia
Setelah itu kami dikondisikan untuk membentuk #untukindonesia dengan 3600 maba di lapangan saraga. Saya dan kelompok saya diatur oleh penanggung jawab untuk membentuk huruf “n” dalam Indonesia. Saya dan kelompok saya bersedia diatur karena ini merupakan tanggung jawab saya sebagai peserta dalam membuntuk #untukindonesia. Saya senang karena tugas ini dapat dipenuhi dengan baik oleh ITB angkatan 2013 dan saya apresiasi khusu terhadap para penganggung jawab yang sudah bersusah payah dalam mengatur maba dalam acara ini. Kolaborasi yang dilakukan oleh anak seangkatan dapat menampilkan suatu karya yang patut dihargai. Manfaat kolaborasi ini adalah mempererat hubungan antar angkatan.
Seminar UPT  K3L
Dalam seminar ini, dijelaskan mengenai keamanan, ketertiban, kesehatan lingkungan dalam kampus. Di antaranya dijelaskan mengenai nomor telepon darurat yang bisa dihubungi untuk memanggil ambulance. Dijelaskan juga mengenai assembly point yang tersedia di itb dan smoking area. Dan juga apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran di ITB.
Pembicara I : Gita Wirjawan
Pak Gita Wirjawan mengawali pidatonya dengan menceritakan perkembangan ekonomi Asia yang berhasil mengalahkan Amerika. Namum dalam kenyataannya, negera Islam hanya menguasai 6% dari ekonomi dunia. Indonesia, sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia harusnya lebih menguasai ekonomi dunia. Maka dari itu, Indonesia haruslah memanfaatkan pluralitas budaya yang ia miliki. Hindari budaya murah kenyang, seperti menikmati budaya lain terlalu berlebihan dan bentuklah budaya bangga berbangsa. Maka dari itu, mahasiswa ITB 2013 diharapkan menjadi garuda-garuda yang kreatif, terampil, berteknologi dan punya semangat kebangsaaan karena ITB adalah calon pemimpin yang akan mengkuti jejak Soekarno.
Pembicara II: Wanadri
Pembicara selanjutnya adalah Indra Hidayat. Wanadri adalah komunitas pencinta alam Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah seven summits yaitu menaklukan 7 puncak tertinggi di dunia. Wanadri memaparkan bahwa Indonesia mempunyai 17ribu pulau yang menunggu untuk kita eksplor. Mereka juga menginfokan bahwa Indonesia bukan Negara kepulauan, Indonesia adalah Negara kelautan Karena 70% dari Indonesia adalah lautan. Indonesia juga mempunyai panjang garis pantai terpanjang setelah Kanada. Indonesia mempunyai semua ini karena deklarasi Djuanda yang menetukan kekayaan alam di Indonesia adalah punya Indonesia sendiri. Kegiatan Wanadri selain itu adalah mengunjungi pulau-pulau tapal batas Indonesia dan menaruh patung Soekarno – Hatta di sana untuk menandakan bahwa ini masih kepunyaan Indonesia.
Pembiacara III: Tri Mumpuni Iskandar
Bu Tri mengungkapkan idenya kepada ITB 2013 yaitu mahasiswa harus mempunyai pengetahuan (logika) dan perasaan (empati) untuk membaca Indonesia lebih baik. Tanpa akal sehat, kita akan membaca Indonesia untuk diri sendiri. Definisi ekonomi sekarang ini adalah keadaan setimbang antara investasi dan konsumsi untuk mencapai setinggi tingginya pertumbuhan. Makin tinggi,  makin baiklah perekonomian (akal dan logika). Realita yang ada, banyak masyarakat Indonesia tidak mendapat akses listrik di daerahnya sehingga ia harus belajar dalam kegelapan.  Mahasiswa seharusnya dalam berwirausaha tidak hanya harus memperhatikan aspek bisnis namun juga harus dapat berkonstribusi untuk masyakarat Indonesia.
Pembicara IV: Kak Saska
Alumni Teknik Elektro ITB 2003 ini adalah seorang CEO dari RisetIndie, sebuah perusahaan riset yang bergerak dalam bidang teknologi, social dan media. Intinya adalah membuat sebuah ide riset menjadi ide usaha. Proyek Kak Saska dimulai dari mencoba mempopulerkan kembali kamera polaroid yang sempat bangkrut karena munculnya kamera digital. Usaha ini gagal, namum itu tidak menyurutkan semangat Kak Saska dalam membangun RisetIndie. Proyek selanjutnya adalah proyek animatronic yaitu robot yang diberi wajah manusia, proyek ini berhasil ditampilkan dalam pementasan band Bottle Smoker. Proyek terkininya adalah sebuah penelitian social mengenai kenyamanan warga Bandung dalam menaiki angkot mengingat Bandung yang semakin macet akan keadaan pribadi. Maka dari itu Kak Saska melaksanakan program Angkot Day, satu hari dimana angkot gratis dan nyaman di trayek Kalapa – Dago. Sangat menyenangkan bisa mendengar cerita Kak Saska dan sangat menginspirasi maba ITB dalam menggali ilmu di ITB ini.


Sesudah itu kami pun berkumpul dengan taplok dan lalu menuju ke kos atau rumah masing-masing.

0 comments:

Post a Comment