Beliau menyatakan bahwa sumber daya alam kita apabila dikelola dengan benar bisa menjadi kekuatan bangsa kita. Contohnya: Negara kita ini kaya akan hasil tambang dan gas bumi. Apabila bia dikelola dengan benar bahan tambang kita bisa menjadi pemasukan besar uang kas negara kita. Begiti pula dengan sumber mata air panas, apabila dikelola bisa dikembangkan menjadi pembangkit tenaga listrik geotermal. Selain kekayaan alam yang berlimpah, potensi sdm kita juga harus ditingkatkan agar bisa mengelola sumber daya alam kita dengan baik. Terkadang sungguh ironi bahwa masih banyak desa-desa yang tertinggal padahal hanya berjarak sekitar 5 jam dari kota besar. Kita boleh saja memanfaatkan hasil alam yang kita punya, tetapi kita juga harus memikirkan proses keberlanjutan lingkungan dari hasil eksploitasi sesuatu. Pengeksploitasian suatu daerah juga harus melibatkan warga sekitar dan menyejahterakan masyarkat lokal. Cara lain untuk memperkuat perekonomia negara kita adalah dengan kewirausahaan. Secara ideal, kewirausahaan sosial memegang prinsip bahwa makin baik hasil mereka(pewirausahaan) maka makin baik ekonomi. Namun kebanyakan melenceng dari idealnya sebuah kewirausahaan. Terdapat pula paradigma investasi. Kebanyakan banyak pewirausahawan yang memanfaatkan sumber daya alam kita tanpa menyejahterakan masyarakat lokal. Untuk itu, pemajuan ekonomi di Indonesia tidak hanya membutuhka oendidikan formal yang bagus, namun juga pendidikan moral yang baik.
Kak Saska:
Kak Saska adalah pendiri sekaligus CEO dari Riset Indie. Riset Indie ini adalah project independent kolektif tentang penelitian ramah teknologo, sosial, dan media. Riset ini adalah salah satu penyalur aktivitas diaampingvpekerjaan tetap yang dilakoni oleh Kak Saska. Beliau ini juga merupakan alumni dari Itb. Riset ini melakukan penelitian dan menjual ide kepada masyarakat dan peruasahaan. Pertama kali Project ini melakukan riset tentang kamera polaroid yang mulai tidak digemari dan kembali menjualnya di internet namun gagal. Project berikutnya adalah Animatronic. Berkolaborasi dengan banyak orang dengan keahlian berbeda, Animatronic ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Oh iya, Animatronic ini adalah robot yang dicover dengan topeng/kulit buatan sehingga menyerupai suatu bentuk spesifik, misalnya manusia. Salah satu hasil dari project Animatronic ini adalah Project Alinea. Alinea adalah robot alien. Project Riset Indie berikutnya dalah Angkot Day. Angkot Day ini bertujuan untuk mencipatakan suasana angkot yang aman, nyaman, dan tanpa ngetem. Angkot Day ini akan dilaksanakan pada tanggal 20 September 2013 selama satu hari meliputi trayek Kalapa-Dago. Uniknya lagi, naik angkot saat Angkot Day ini gratis. Riset Indie ingin mengumpulkan fakta dari hasil kuisioner mengenai Angkot Day ini dan menjual idenya kepada pemerintah daerah setempat dan pengemudi angkot sendiri. Tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat menggunakan transporyasi umum dan mengurangi kemacetan. Selain bercerita mengenai Riset Indie, Kak Saska juga mengekankan bahwa kita harus sudah mempunyai bayangan tentang akan jadi apa kita nanti, dan kita harus berkontribusi terhadap negara ini, maupun itu besar ataupun kecil. Prinsip beliau adalah bahwa perubahan tidak terjadi secara spontan, namun perubahan terjadi dari beberapa hal kecil yang terjadi dan di moment yang pas akan menjadi sesuatu yang besar dan menjadi suatu perubahan. Mengutip salah satu kata-kata beliau adalah "Face contradiction, solve it, don't flee".
Setelah semua pembicara sudah menyampaikan pidatonya, kami dimobilisasi untuk shalat ashar dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Setelah sesi tanya jawab selesai, kami sholat maghrib bersama dan berkumpul sesuai kelompok masing-masing lalu pulang.
Itulah kurang-lebih rangkaian acara OSKM hari ini Jumat 23 Agustus 2013.
Oleh: Niki Rahma Rizkita
Fakultas: Fttm
NIM : 16413122
0 comments:
Post a Comment