NIM : 16913282
Fakultas : FTMD
Hari ini, 23 Agustus 2013 adalah hari yang kedua terakhir dari kegiatan OSKM 2013. Kegiatan yang berlangsung hari ini adalah "ngumpul" di pagi hari, lalu pengenalan unit-unit ITB atau semacam ekstrakulikuler kalau di SMA dan pada siang sampe magribnya kami mengikuti empat biji seminar yang tentunya sangat menarik untuk diikuti.
Bermula dengan berkumpulnya di rally point seperti biasa yaitu di perpustakaan pusat pada jam 6 kurang 10, kami di mobilisasi menuju lapangan saraga. Disana, setelah kami berkumpul di kelompok taplok kami, ternyata "skenario" yang sudah "di-set sutradara" tengah berlangsung. Yah, walaupun secara pribadi menurutku itu jelas ketahuan, tapi "akting" dan "bumbu"nya langsung kena critical hit :v. Dan... setelah kejadian tadi, suasana dan atmosfir pun berubah 180 derajat, tidak bisa dijelaskan satu-persatu, kalau ga salah ini namanya "senam lss". Pokoknya 2 jempol untuk panitia deh :v
Lalu, kami akhirnya mengeksekusi acara utama di lapangan saraga, yaitu membuat formasi "# untuk Indonesia" dri 3600 maba ITB 2013. Saya bersama anggota kelompok 124 lainnya termasuk menjadi bagian dari huruf "n" pada "IndoNesia" Walaupun tugas tersebut terbilang tanpa persiapan yang matang, tetapi hasilnya cukup memuaskan. Oke, 4 jempol buat kita :v
#untukindonesia. sayang ngambilnya kurang tinggi
Nah, setelah kegiatan di lapangan saraga, kami di mobilisasi lagi menuju auditorium. Disana kami dikenalkan satu-persatu 80 unit yang ada di ITB secara singkat lewat mini show dan tentu saja penjelasan umum mengenai masing-masing unit. Tujuannya tentu saja untuk menarik minat kami dalam memilih unit tersebut di kemudian hari. Setelah istirahat makan siang dan sholat Jum'at, kegiatan berlanjut ke acara seminar, yang bernarasumber dari 4 orang. Seminar ini diatur oleh moderator Maria Selena, Miss Indonesia tahun 2011.
Narasumber pertama adalah Pak Gita Wiryawan, yang merupakan menteri perdagangan sekarang. Materi yang disampaikan beliau sangat menarik dan beliau sangat mahir menggunakan wibawanya. Inti dari pidato yang diberikan beliau adalah kita sebagai bangsa Indonesia harus meng-garudakan diri bersaing dengan pengaruh luar demi memperbaiki per-ekonomian Indonesia yang terbilang cukup rendah. Meng-garuda-kan diri disini maksudnya meningkatkan daya saing nasional dengan pengaruh luar dengan memanfaatkan kreativitas, keterampilan, dan teknologi yang ada dengan semangat kebangsaan.
Kemudian narasumber yang kedua adalah Kak Indra Hidayat dari Wanadri, yaitu perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung. Disini dia menjelaskan bahwa begitu banyak kekayaan, kultur, dan penduduk di Indonesia. Dia juga menjelaskan pengalamannya dalam berorganisasi selama dia di kampus ITB dengan mengikuti klub pecinta alam.
Lalu narasumber yang ketiga adalah Bu Tri Mumpuni. Beliau menjelaskan bahwa kita perlu menyimbangkan antara pikiran dengan perasaan, yang dihubungkan oleh akal sehat. Beliau juga menjabarkan keadaan beberapa daerah di Indonesia yang masih memprihatinkan, padahal kekayaan di Indonesia sangat banyak. Beliau berharap agar kedepannya terdapat pemimpin yang bertanggung jawab dan dapat memanfaatkan sumber daya alam secara efektif agar kita sendiri bisa merasakan kekayaan alam kita.
Dan yang terakhir, adalah Kak Saska mengenai Riset Indie. Kak Saska menceritakan pengalamannya memulai riset-risetnya, mulai dari project pelestarian kamera polaroid dan film analog yang berakhir bangkrut, membuat projek animatrik dengan mengkaloborasikan beberapa fakultas untuk bekerja sama, dan yang paling baru adalah project sosio-ekonominya "Angkot Day" yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 September 2013 ini. Proyek ini membuat angkot Kalapa Dago aman, nyaman, dan yang paling penting: Gratis selama 1 hari. Kak Saska juga menegaskan betapa pentingnya dalam berkaloborasi dengan orang lain dan aktif dalam mengikuti kegiatan di suatu komunitas.
Acara ini kemudian ditutup dengan pemberian plakat ke masing-masing narasumber dan tak lupa pula kepada sang moderator. Setelah di mobilisasi untuk sholat maghrib, kami berkumpul dengan kelompok taplok kembali dan di mobilisasi pulang. Harus diakui, hari ini sangat melelahkan, namun totally worth it! 5 jempol buat hari ini!

0 comments:
Post a Comment