Saturday, August 24, 2013

Resume Kegiatan OSKM ITB 2013 pada tanggal 23 Agustus 2013

Nama      : Norman Arif Muhammad
Fakultas   : FITB
NIM        : 16313219

Pada tanggal 23 Agustus 2013 mahasiswa baru ITB angkatan 2013 melaksanakan beberapa kegiatan yang terbungkus dalam kegiatan OSKM 2013 yang dimulai pada tanggal 17 Agustus 2013 sampai 24 Agustus 2013. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan resume dari acara OSKM yang diadakan pada tanggal 23 Agustus 2013.

Pada tanggal 23 Agustus 2013 para mahasiswa baru berkumpul di depan perpustakaan utama pada pukul 05.50 WIB dengan membawa spek-spek yang sudah diberitahukan sebelumnya. Setelah itu mereka dimobilisasi oleh panitia-panitia OSKM 2013 menuju lapangan SARAGA, dan berkumpul dengan kelompok masing-masing. Pada saat itulah kakak-kakak panitia OSKM memberi sedikit kejutan kepada kami berupa sebuah drama yang dimulai dengan aksi pidato kekecewaan, pemeriksaan kelengkapan spek dan adegan pertengkaran. Setelah semua terungkap barulah kakak-kakak panitia OSKM memberi kami sebuah hiburan yang menarik berupa senam yang jenaka.

Masih di SARAGA, setelah usai senam yang kocak tersebut, kami segera membentuk formasi "Untuk Indonesia" dengan atribut merah dan putih yang berupa kresek merah/putih, kertas putih maupun kerudung merah/putih (bagi wanita). Setelah itu yang tidak kalah menariknya formasi massal tersebut dipotret oleh sebuah kamera "terbang". Selanjutnya para mahasiswa baru ITB 2013 dimobilisasi ke auditorium SABUGA untuk melihat defile OHU dan menerima materi oleh beberapa pembicara-pembicara yang menarik.

Di SABUGA setelah semuanya menempati tempat duduk yang disediakan, host mengadakan body wave untuk menyegarkan kembali pikiran kami sebelum menerima materi dari para narasumber. Selain itu acara di SABUGA dimeriahkan oleh penampilan band dari Appres ITB. Acara di SABUGA dimulai dengan seminar mengenai K3L (Kesehatan Keamanan Kerja Lingkungan) yang berupa video dan penjelasan dari mengenai hal yang harus dilakukan saat terjadi bencana kebakaran maupun gempa bumi, dan hal hal mengenai keamanan seperti parkir memarkir dll. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menampilkan profil dari 80 unit kegiatan mahasiswa yang ada di ITB yang sangat menarik perhatian para mahasiswa baru tentunya mulai dari bidang kegamaan sampai bidang olahraga. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pelaksanaan mentoring agama berupa shalat jum'at bagi mahasiswa muslim dan makan siang.

Setelah para mahasiswa kembali ke auditorium SABUGA, acara diskusi dimulai dengan moderator Miss Indonesia alumni ITB, Maria Selena dan narasumbernya yaitu Menteri Perdagangan Indonesia, Pak Gita Wirjawan; Wanadri; Ibu Tri Mumpuni, dan Riset Indie. Narasumber yang pertama adalah Menteri Perdagangan Indonesia, Pak Gita Wirjawan. Pak Gita memulai pidatonya dengan kabar gembira pasalnya beliau yang merupakan ketua PBSI berhasil mengantarkan pebulutangkis Indonesia menjadi juara turnamen bulutangkis di Guangzhou, China. Setelah itu beliau menyampaikan beberapa materi-materi mengenai perekonomian di Indonesia dan bagaimana sikap dan solusi dari kita terhadap tantangan ekonomi yang ada di Indonesia. Beliau mengatakan bahwa kita harus memiliki budaya bangga berbangsa dan juga beliau menambahkan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang mengerti akan kebutuhan rakyat dan piawai dalam memainkan geopolitik. Selain materi perekonomian beliau juga menyempatkan diri menunjukkan kepiawaiannya berpiano yang membuat mahasiswa baru berdecak kagum terhadap menteri multi-talenta ini. Beliau juga berpesan kepada kita mahasiswa untuk mengejar impian kita dengan kata-katanya, "If you want it, you will get it".

Setelah Pak Gita selesai menyampaikan materi, acara dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Wanadri yang merupakan sebuah organisasi penjelajahan dan ekspedisi yang baru saja berhasil mendaki seven summit. Pemateri dari Wanadri, Indra Hidayat menyampaikan kepada kita betapa kayanya bumi Indonesia yang kita tempati ini, beragam kekayaan alam maupun budaya yang ada di Indonesia dan bagaimana kita sebagai mahasiswa berkontribusi kepada Indonesia.

Selanjutnya giliran Ibu Tri Mumpuni memberikan materi berupa pola pikir yang (harusnya) seimbang antara logika dan rasa. Beliau menjelaskan bahwa ekonomi harusnya selain memikirkan aspek logika juga mempertimbangkan aspek rasa, tanpa aspek rasa ekonomi yang timbul hanya akan menguntungkan para pemilik teknologi dan tidak bermanfaat atau bahkan mempersulit keadaan ekonomi warga lokal. Menurut beliau, kita harus mengembangkan kewirausahaan sosial dimana dalam kewirausahaan sosial yang didefinisikan sebagai keadaan kehidupan manusia yang melakukan kegiatan yang disukai sebaik-baiknya sehingga semakin baik hasil mereka semakin baik pula ekonomi, kita harus mempertimbangkan dua aspek tadi yaitu, logika dan rasa.

Narasumber yang terakhir dan tidak kalah menarik adalah Kak Saska dari lembaga Riset Indie yang merupakan alumni ITB dan juga CEO dari lembaga Riset Indie itu sendiri. Riset Indie adalah sebuah lembaga yang berdiri sekitar dua tahun yang lalu dan berfungsi sebagai inkubator ide-ide dan inovasi-inovasi yang kemudian akan dijual kepada perusahaan-perusahaan maupun masyarakat dan bergerak dalam bidang teknologi, sosial, dan media. Beliau menyampaikan perjalanan beliau dalam Riset Indie, kebangkrutan di proyek awal, kesuksesan di proyek lainnya dan juga proyek yang sedang dikerjakan. Intinya, cerita yang beliau sampaikan menginspirasi kami, mahasiswa baru ITB untuk tidak menyerah dan terus mengejar impian kita.

Setelah keempat narasumber tadi menyampaikan materinya di adakan break untuk shalat maghrib bagi mahasiswa/i yang beragama Islam. Selanjutnya dibukalah sesi tanya jawab secara lisan maupun melalui media sosial berupa twitter. Dan akhirnya seluruh rangkaian acara ini ditutup dengan pemberian plakat untuk narasumber dan juga moderator oleh Wakil Rektor dan Presiden Mahasiswa.

Acara selanjutnya adalah pengumpulan mahasiswa baru ke kelompok-kelompok masing-masing untuk persiapan pulang.

Sekian yang dapat saya sampaikan mengenai hal-hal yang dilakukan pada OSKM ITB 2013 tanggal 23 Agustus 2013. Wassalam.


0 comments:

Post a Comment