Pola pikir K3
merupakan sebuah pola pikir yang sangat penting dan dibutuhkan seseorang dalam menghadapi suatu
permasalahan. Prinsip K3 sendiri pun terdiri atas K yang pertama yaitu kritis, yang kedua adalah kreatif, dan yang terakhir adalah konstruktif. Cara berpikir dengan K3
inilah yang dipaparkan serta dijelaskan kakak – kakak taplok kepada kami.
Kritis merupakan
sifat yang perlu dimiliki seseorang ketika ia menemukan suatu
masalah. Dalam hal ini, kritis sendiri memiliki arti bahwa kita tidak
secara langsung menerima permasalahan atau informasi secara mentah begitu saja.
Perlu adanya analisis terlebih dahulu untuk mengenai latar belakang mengapa
permasalahan tersebut bisa terjadi. Sebagai contoh, masalah banjir yang sudah
menjadi hal yang biasa di Jakarta. Jika kita berpikir kritis, maka kita tidak
secara langsung mengatakan bahwa penyebab banjir karena curah hujan yang deras.
Padahal, jika kita telusuri lagi, sampahlah yang menyebabkan tersumbatnya aliran
sungai sehingga sungai pun meluap. Oleh karena itu, manusia lah penyebab
munculnya banjir, karena manusia sendiri yang tidak disiplin dalam membuang
sampah.
Kedua adalah kreatif. Pola pikir yang kreatif bersifat daya cipta. Daya cipta tersebut pun berbeda
pada umumnya. Bisa bersifat imajinatif atau menghendaki kecerdasan dari
mahasiswa sendiri. Kreatif merupakan step selanjutnya atau sebagai pendukung
dari sifat kritis. Sifat kreatif inilah yang menyusun kerangka dari
solusi permasalahan tersebut. Sebagai
contoh orang yang mempunyai sifat kreatif
yang tinggi akan dapat memanfaatkan sampah bekas menjadi suatu kerajinan
daripada orang yang berpikir secara biasa dengan menghancurkan sampah tersebut
yang akhirnya masih menyebabkan polusi.
Lalu yang terakhir adalah konstruktif. Kata konstruktif
sendiri memiliki arti membangun. Apanya yang membangun? Solusi yang kreatif dari pemikiran kritis itulah
yang dapat memperkuat peyelesaian permasalahan atau sebagai arti solusi permasalahan yang membangun, bukannya justru solusi yang menimbulkan masalah yang baru.
Setelah itu,
kami kelompok 124 diminta untuk menganalisis suatu gambar. Analisis kami pun
dengan menerapkan pola pikir K3 tersebut. Kami diminta untuk menentukan masalah
paling dominan yang terihat dalam gambar melalui aspek PESTEL (politik,
ekonomi, social, teknologi, environment, dan legal). Setelah itu, kami pun
kembali menerapkan pola pikir K3 untuk menentukan solusi apa yang paling baik untuk permasalahan tersebut. Kami pun mengerti, bahwa pola pikir K3
sangat dibutuhkan seseorang dalam menyikapi suatu permasalahan
0 comments:
Post a Comment