NIM : 19913109
Fakultas : SAPPK
Seperti biasa, kegiatan OSKM hari ini diawali
dengan berkumpul di Perpustakaan Pusat pada pukul 05.50. Kemudian dilanjutkan
dengan mobilisasi ke Sarana Olahraga Ganesha (Saraga). Di Saraga kami berbaris
dalam kelompok masing-masing. Tak disangka-sangka, Panitia mengadakan inspeksi
spek tugas yang harus kami bawa hari itu. Semua terkaget ketiga panitia
menyebutkan spek yang tak pernah diumumkan sebelumnya, yaitu Kue Nastar, Helm
SNI, garam beryodium, Kaca Spion, dan Foto keluarga. Beberapa dari kami dibuat
panik ketika ternyata ada beberapa dari kami yang membawa spek tersebut. Hal
itu membuat salah satu MaBa kesal dan naik ke atas panggung mencoba melawan
Panitia. Semua kejadian itu ternyata hanya sandiwara belaka yang tentunya
mengundang gelak tawa para peserta OSKM. Kegiatan pun dilanjutkan dengan senam
pagi atau lebih tepatnya disebut joget bersama, mulai dari lagu indonesia,
dangdut, barat hingga lagu gwiyomi yang sedang populer dikalangan pecinta
Korea.
Selanjutnya, MaBa 2013 diberi waktu untuk
membentuk formasi tulisan #untukindonesia di lapangan Saraga. Meskipun memakan
waktu sedikit lebih lama dari seharusnya, tapi 2013 telah membuktikan bahwa
kami bisa. Terima kasih pula untuk Kakak-kakak Taplok atas apresiasinya dengan
yel-yel yang cetar membahana.
Photo Credit : @OSKM2013
Setelah kegiatan di Saraga selesai, MaBa
dimobilisasi ke auditorium Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) untuk mengikuti
kegiatan Defile OHU, dan seminar. Acara dimulai dengan presentasi dari K3L. K3L
adalah salah satu UPT di ITB yang bertugas dalam hal Keamanan, Kesehatan dan
Keselamatan. Presentasi K3L menjelaskan tentang hal-hal yang perlu diketahui
para mahasiswa mengenai Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan di dalam kampus.
Salah satu yang dijelaskan oleh UPT K3L adalah cara mitigasi jika menghadapi
suatu bahaya/bencana di dalam kampus. Jika terjadi suatu bahaya/bencana di
dalam kampus, kita diharap untuk tidak panik dan mengikuti jalur evakuasi
menuju assembly point. Selain itu, usahakan agar kita tidak terpisah dari
rombongan saat melakukan evakuasi. Selain tata cara menghadapi bahaya, UPT K3L
juga menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas yang disediakan. Salah satunya
adalah telepon darurat ke 022-2500204. Jika kita membutuhkan pertolongan,
seperti pengamanan saat pulang larut malam, penanganan gawat darurat dan
sebagainya, kita dapat menghubungi nomor tersebut.
Setelah presentasi dari K3L, acara dilanjutkan
dengan Defile OHU 2013. Panitia menampilkan profil singkat dan juga VT dari
tiap-tiap unit yang ada di ITB. Dimulai dengan unit rumpun agama dan diakhiri
dengan unit rumpun olahraga.
Berhubung ini adalah hari Jum’at, acara
di skors beberapa saat untuk Sholat
Jum’at dan makan siang. Kemudian para MaBa kembali di mobilisasi ke dalam
auditorium Sabuga. Sembari menunggu acara seminar dimulai, Unit Apresiasi Musik
menampilkan beberapa lagu untuk mengisi kekosongan. Sekitar pukul 14.30, acara
seminar akhirnya dimulai. Seminar ini diisi oleh 4 narasumber yang luar biasa
yaitu Bpk. Gita Wiryawan (Menteri Perdagangan RI), Ibu Tri Mumpuni, WANADRI dan
Riset Indie. Acara semakin menarik, terutama bagi kaum adam, karena seminar
dipandu oleh Putri Indonesia 2011, Maria Selena yang dahulunya juga Mahasiswi
SBM-ITB.
Materi seminar pertama diisi oleh Menteri
Perdagangan RI sekaligus Ketua Umum PBSI, Bapak Gita Wiryawan. Beliau
menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia membutuhkan pemimpin yang dekat dengan
rakyat dan berkearifan lokal. Sayang sekali jika Indonesia yan sekarang menjadi
negara dengan perekonomian terbersar ke 15 di dunia, dan juga negara muslim
terbesar di dunia tidak dapat meraih kesuksesan di bidang ekonomi. Indonesia
seharusnya mampu “meng-gangnam-kan” diri seperti Korea Selatan melalui kemajuan
teknologi, kesinambungan demokrasi, kemajuan ekonomi tanpa melupakan budaya
sendiri. Karena saat suatu negara sukses melakukan eksportasi budaya sebagai
bentuk kulminasi budaya, maka negara tersebut dapat dikatakan sukses
berbangsa. Walaupun perekonomian
Indonesia sekarang terlihat tumbuh, tapi kesenjangan ekonomi Indonesia yang
ditunjukan dengan Indeks Gini semakin melebar. Oleh karena itu, perekonomian
Indonesia membutuhkan hilirisasi untuk multiplikasi nilai, dan penyaluran modal
ke daerah. Selain itu, kemajuan perekonomian Indonesia juga ditentukan dengan
produk pendidikan yang dihasilkan sebagai senjata untuk bersaing. Untuk itu,
produk pendidikan harus bisa memenuhi kebutuhan akan pemimpin yang bisa
menjawab tantangan pada zamannya, responsif terhadapat permintaan masyarakat
dan mengedepankan nasionalisme sebagi bagian dari warga Internasional. Pesan
terakhir dari beliau adalah “ Jadilah garuda-garuda yang kreatif, terampil,
berteknologi, dengan semangat kebangsaan.”
Materi berikutnya diberikan oleh Anggota
WANADRI, Indra Hidayat, yang juga merupakan Mahasiswa Teknik Mesin ITB. Materi
ini bertemakan “Cinta Tanah Air”. Beliau memberikan beberapa fakta yang
membanggakan mengenai Indonesia. Beberapa fakta yang disebutkan diantaranya
adalah bahwa Indonesia adalah negara dengan keragaman hayati dan budaya yang
tinggi. Selain itu Indonesia adalah negara
kelautan yang bertabur pulau-pulau dengan jumlah lebih dari 17.000 pulau
dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Sebagai
negara dengan kekayaan budaya dan hayati yang luar biasa, Indonesia memiliki
beberapa kendala diantaranya klaim budaya oleh negara tetangga, bencana, dan
masalah perbatasan. Seharusnya kita sebagi bangsa Indonesia bisa berbangga diri
dan tak melupakan kekayaan tanah air. Kita harus sadar diri, sadar lingkungan dan sadar tujuan.
Berikutnya adalah giliran Ibu Tri Mumpuni,
seorang pemberdaya listrik dilebih dari 60 tempat terpencil di Indonesia.
Beliau juga pernah menerima beberapa penghargaan internasional. Materi dari
beliau berjudul Integritas &
Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa. Intergritas
dan Kompetensi didapatkan dengan komunikasi antara pengetahuan (logika) dan
perasaan (empati) untuk dapat membaca Indonesia dengan baik. Jika kita hanya mengandalkan pengetahuan
(logika) tanpa perasaan, maka kita akan menjadi manusia yang serakah dan tidak
manusiawi, sama dengan keadaan ekonomi sekarang, tidak manusiawi. Definisi ekonomi sekarang yaitu makin tinggi pertumbuhan, makin baik
ekonomi. Itu menunjukkan ekonomi hanya untuk kepentingan pemilik modal dan
teknologi tanpa peduli aspek kemanusiaan. Seharusnya ekonomi berdefinisi makin baik hasil mereka, makin baik
ekonomi. Hasil ini dapat dicapai dengan Kewirausahaan Sosial. Kewirausahaan Sosial mengakui bahwa setiap orang unik. Mereka seharusnya melakukan
kegiatan yang disukainya dengan sebaik-baiknya untuk perekonomian. Sistem ekonomi yang sekarang dianggap tidak
manusiawi dapat diperbaiki dengan 3 hal yaitu perbaikan visi pembangunan, perubahan paradigma investasi dan
pembatasan pertumbuhan usaha.
Materi terakhir diberikan oleh CEO Riset
Indie, Mas Saska, yang juga merupakan alumni ITB. Riset Indie merupakan lembaga
riset independen yang awalnya didirikan oleh Mas Saska dan kawan-kawan untuk
menyalurkan “energi yang berlebih”. Beberapa project yang dilakukan oleh Riset
Indie antara lain Project Polaroid,
Project Animatronic dan Angkot Day.
Setelah semua materi seminar selesai, diadakan
sesi tanya jawab. Tapi karena waktu yang terbatas, maka sesi ini hanya bisa
menampung 3 pertanyaan dan dijawab dengan lugas oleh para narasumber. Setelah
acar seminar selesai, peserta dikondisikan untuk Sholat Maghrib berjamaah di
pelataran Sabuga dan kemudian dimobilisasi pulang dengan kelompok masing-masing

0 comments:
Post a Comment