Sunday, August 25, 2013

Kepercayaan dalam Agama Islam dan Kemahasiswaan

Nama : Agus Domas Indrawijaya
NIM : 16913282
Fakultas : FTMD

Tanggal 25 Agustus 2013, kami yang beragama islam diajarkan materi yang cukup sederhana yaitu kepercayaan terhadap agama islam dan juga setelah itu kami mendapatkan materi baru dari kakak taplok kami masing-masing dan juga dari senior dari angkatan 2011 tentang kemahasiswaan.

Materi tentang mentoring agama adalah kepercayaan terhadap agama islam. Kami ditanyakan pertanyaan yang sangat sederhana seperti kenapa kami percaya terhadap agama islam, apakah agama islam itu agama yang benar dan apakah tugas kita sebagai manusia hanya beribadah dengan Allah SWT dengan melaksanakan kewajiban seperti sholat terus menerus.

Pada mentoring kali ini, hal yang kami dapatkan adalah pertama kita sebagai umat muslim percaya terhadap agama islam. Kita harus yakin bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Benar melalui Al-Qur'an, sehingga kita harus percaya terhadap agama islam beserta ajaran-ajarannya. 

Kita juga harus yakin bahwa agama islam adalah agama yang paling benar, tetapi bukan berarti agama yang lain adalah agama yang salah. Agama yang lain juga benar, tetapi agama islam adalah agama yang paling benar.

Selain itu, tugas kita sebagai manusia memang beribadah, tetapi beribadah tidak harus dengan cara sholat tiap waktu. Sedekah, menuntut ilmu, atau menolong sesama makhluk hidup termasuk beribadah kepada Allah SWT juga. Selain itu, melakukan hal-hal positif lainnya hanya karena Allah SWT termasuk ibadah kepada Allah SWT.

=====================================================

Kemudian kami juga mendapatkan materi baru dari kakak taplok kami tentang kemahasiswaan. Yang pertama adalah tentang kabolorasi. Kabolorasi adalah kerja sama antara 2 atau lebih individu atau kelompok demi mencapai hasil atau tujuan yang sama. Biasanya, semakin banyak anggota yang mengikuti kabolorasi, maka efek yang dihasilkan semakin besar. Di dalam kabolorasi, diantaranya harus ada yang mau dipimpin dan juga ada yang menjadi pemimpin, sehingga tidak semua anggota menjadi yang mengatur. Yang diaturpun juga tidak harus selalu mengikuti perintah leader, namun dapat menyalurkan aspirasinya kepada leader, demi meningkatkan hasil dari kabolorasi.

Selain dari itu, terdapat juga urgensi kemahasiswaan yang terdiri dari yang pertama adalah urgensi keahasiswaan popope ( posisi, potensi, dan pesan ). Yang pertama adalah posisi, yang terbagi menjadi tiga. Sebagai masyarakat sipil yang terpelajar, sebagai masyarakat ekonomi yang membutuhkan uang dan dana, serta sebagai masyarakat politik. 

Lalu yang selanjutnya adalah potensi, yang terbagi menjadi 7 bagian. Kritis, yaitu selalu menganalisis bagian dalam dan bagian luar dari suatu permasalahan. Yang kedua adalah Idealis, harus selalu berusaha dalam sesuatu yang diharapkan. Kemudian yang ketiga mandiri, dapat me-manage diri sendiri. Lalu yang keempat semangat, mempunyai motivasi sendiri. Yang kelima dan keenam adalah wawasan luas dan multidisiplin ilmu, tidak berpikir sempit dan mengembangkan ilmu. Dan yang terakhir adalah jaringan luas, mempunyai kenalan orang lain yang luas.

Dan yang terakhir adalah peran, yang terbagi menjadi tiga bagian. Agent of Change, yaitu kita harus selalu bergerak menuju perubahan. Iron Stock, yaitu kita sebagai supply besi yang bisa ditempa menjadi lebih baik namun ada saatnya kita harus digantikan oleh generasi selanjutnya. Dan yang terakhir adalah Guardian of Value, yaitu kita harus menjaga nilai dan norma sendiri, jangan sampai hilang oleh kedua hal sebelumnya.

Selain itu terdapat Tridarma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dengan pendidikan kita membentuk karakter diri, lalu mengembangkannya untuk diabdikan kepada masyarakat kelak nanti.

Kemudian yang kedua dari urgensi kemahasiswaan adalah Budaya kampus yang terdiri dari peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi, apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, dekat dengan masyarakat dan alam, budaya menjadi pemimpin dan budaya menulis.

Lalu materi selanjutnya adalah KM ITB, yaitu organisasi yang terdiri dari seluruh mahasiswa ITB S1 dengan kedaulatan tertinggi berada di tangan mahasiswa. KM ITB terdiri dari kongres; pemegang keputusan tertinggi, lalu kabinet; eksekutor dari perintah konres; team beasiswa, majelis wali amanat atau wakil mahasiswa baru, himpunan mahasiswa jurnal ( HMJ ), dan unit kegiatan mahasiswa.

Materi selanjutnya dilanjutkan oleh senior dari angkatan 2011, yang menjelaskan tentang KM ITB secara lebih detail dan apa saja pengalaman mereka terhadap KM ITB. Disini mereka juga menjelaskan gerakan mahasiswa dan juga perbedaan mahasiswa dan siswa. 

Gerakan mahasiswa terbagi menjadi gerakan vertikal dan gerakan horizontal. Gerakan vertikal biasanya berhubungan langsung dengan pemerintah, dan bisa mengundang kegiatan anarkis namun di sisi lain apabila gerakan ini berhasil dapat berpengaruh luas. Contoh dari gerakan ini adalah demo terhadap pemerintah. Gerakan horizontal adalah gerakan yang berhubungan dengan masyarakat lain, walaupun berdampak sempit, namun hasil dari gerakan ini cepat terwujud, contoh dari kegiatan ini adalah bakti sosial atau pembantuan pembangunan suatu desa.

Kemudian materi berlanjut ke perbedaan siswa dan mahasiswa yang intinya mahasiswa lebih dewasa dalam menyelesaikan masalah, dikarenakan mereka lebih kritis. Mahasiswa juga akan bertindak lebih logis dalam menyelesaikan suatu masalah dan juga mempunya beban yang lebih berat dibanding siswa.

Materi terakhir adalah cinta tanah air. Disini kami hampir tidak mendapatkan apapun dikarenakan waktu. Namun inti dari materi ini adalah kita harus mencitai negara kita sendiri, mulai dari budaya, bahasa, dan lingkungannya.

0 comments:

Post a Comment