Fakultas : SITH - R
NIM : 19813096
Pada tanggal 23 Agustus 2013 tepatnya di SABUGA ( Sasana Budaya Ganesha ) OSKM ITB tahun ini mengadakan seminar hebat yang menghadirkan narasumber Pak Gita Wirjawan Menteri Perdagangan Indonesia, WANADRI, Bu Tri Mumpuni, dan Ka Saska dari Riset Indie serta moderator yaitu kakak Maria Selena. Dari diskusi bintang tamu yang hadir dan sangat berharga itu adalah
Bapak GitaWirjawan
Tentang perkembangan ekonomi Indonesia yang menempati urutan ke-15 di dunia, namun masalah justru ada di rakyat Indonesia. Beliau mengatakan kalau kita harus mampu meng”Garuda”kan diri kita, karena dengan potensi ekonomi seperti itu, kita harus mampu menjadi mahasiswa yang kreatif, terampil, berteknologi, dan bersemangat kebangsaan, karena selain harus sukses kita juga tidneak boleh lupa menjaga kearifan lokal. dan memberi sebuah motivasi lewat pengalamanya saat memberi motivasi terhadap atlit bulu tangkis Indonesia yang mendapat 2 medali emas di Guang Zhou, beliau menyemangati mereka dengan berkata, “If you want it, you’ll get it!”.
WANADRI (oleh Indra Hidayat – Teknik Mesin ITB ’09)
Luas Daratan
Indonesia kurang lebih 1,9 Juta km2. Sedangkan luas perairannya
mencapai 3,6 Juta km2. Ini berarti luas perairan Indonesia hampir
70% dari luas total Indonesia. Ini
adalah keadaan nyata Indonesia saat ini, dan tergantung bagaimana cara kita
mengelola perairan Indonesia ini.
Pada Awal
Proklamasi, Daerah perairan Indonesia diukur dari garis pantai masing-masing
pulau yang termasuk daerah Indonesia. Luasnya hanya 1,5 juta km2.
Hal ini menyebabkan di antara kepulauan Indonesia masih ada perairan
Internasional, sehingga bila orang Australia ingin pergi berlayar ke belahan
bumi Utara, dapat melewati perairan internasional tersebut. Namun dengan adanya
Deklarasi Juanda 1957, peraturan daerah perairan Indonesia diubah. Menjadi 12
mil dari garis pantai pulau-pulau terluar Indonesia. Sehingga didapatkan
luas perairan yang sekarang ini. Yang lebih hebatnya lagi, Deklarasi ini sudah
diakui PBB, serta dapat terwujud tanpa adanya pertumpahan darah.
Keadaan Indonesia sangat beragam, antara lain
1. Di Indonesia terdapat
bioregional, artinya di satu sisi terdapat flora dan fauna khas Asia, sedang di
sisi lain terdapat flora fauna khas Australia.
2. Garis Pantai
Indonesia merupakan yang terpanjang kedua di dunia, setelah Kanada
3. Terdiri dari kurang
lebih 17 ribu pulau
4. Sungai di Indonesia
bermacam-macam bentuknya. Sungai di Kalimantan bentuknya datar, sedangkan di
Jawa bentuknya curam (daerah pegunungan)
5. Terdapat banyak
kawasan Karst, dan baru dijelajahi 3-4% oleh manusia
6. Terdapat Kawasan
Medan Khas, yaitu Puncak Gunung JayaWijaya di Papua. Unik karena terdapat salju
abadi di daerah dekat Khatulistiwa
7. Keanekaragaman
Dataran. Contohnya Pulau Kalimantan datar, Pulau Jawa bergunung-gunung
8. Terdapat Jajaran
Gunung Berapi dari Pulau Sumatera sampai Nusa Tenggara, atau yang lebih sering
disebut dengan Cincin Api
9. Penyebaran Kultur di
Indonesia sangat beragam
Indonesia saat
ini berorientasi pada darat,sehingga lebihmudah dimasuki budaya-budaya dari
Utara, seperti Korea, Jepang, dll. Coba bandingkan dengan masa Majapahit yang
berorientasi pada laut, sehingga bisa menguasai negara-negara seperti Thailand,
Vietnam, dll.
Indonesia berbatasan langsung dengan 10 Negara, sehingga sangat sering terjadi pencaplokan wilayah/pulau. Untuk itu Wanadri melakukan usaha pembangunan Patung Bung Karno dan Bung Hatta di pulau-pulau terluar Indonesia agar menunjukkan bahwa pulau tersebut bagian dari Indonesia.
Ibu Tri Mumpuni
menyampaikan bahwa materi
yang beliau beri judul Integritas dan Kompetensi Alumni ITB untuk
Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa. Dalam materinya tersebut, beliau
menyampaikan bahwa pengetahuan (logika) dan perasaan (empati) merupakan
bagian dari akal sehat. Diharapkan dengan akal sehat, kita dapat membaca
Indonesia dengan baik. Jika kita tidak mempunyai kedua hal tersebut,
maka kita akan membaca Indonesia hanya untuk diri kita sendiri (egois).
Beliau juga menyampaikan bahwa
Indonesia sebenarnya mempunyai banyak potensi dalam kekayaan alamnya.
Tetapi, kebanyakan dari itu belum di manfaatkan sehingga sampai saat
ini, Indonesia belum dapat berkembang secara maksimal.
Selain itu, beliau mengatakan bahwa kebelumberhasilan Indonesia
bukan karena intelektualnya yang rendah. Kenapa masalah-masalah itu
timbul? Hal tersebut terjadi karena pengertian masyarakat tentang
ekonomi masih salah kaprah. Mereka lupa kalau kegiatan
ekonomi harus terikat pada usaha untuk memajukan kesejahteraan
masyarakat lokal. Maka dari itu, untuk mengatasi masalah tersebut,
diperlukan kewirausahaan social. Pengertiannya yaitu setiap manusia
adalah unik. Maksudnya masing-masing orang dapat melakukan kegiatan
ekonomi dengan cara melakukan hal-hal yang disukainya dengan
sebaik-baiknya. Kewirausahaan social ini harus didasarkan
pada kemanusiawian. Adapun prinsip-prinsip dari kewirausahaan social
adalah pelurusan visi pembangunan, perubahan paradigm investasi, dan
pembatasan pertumbuhan usaha.
Kak Saska
Riset Indie adalah penelitian yang dilakukan dengan sesuka waktu pelaksanaan pelakunya. Untuk mencapai suatu kesuksesan, dibutuhkan berbagai ide kreatif yang bahkan belum terpikirkan sebelumnya. Dan untuk menjadikan Indonesia lebih maju serta membangun Indonesia dibutuhkan kolaborasi antar berbagai macam bidang.
0 comments:
Post a Comment