NIM : 19713162
Fakultas : SBM
Hari ini, tanggal 23 Agustus 2013 kita diberitahukan untuk berkumpul pukul 5.50 di tempat biasa, yaitu perpustakaan. Memakai seragam sekolah, atau diperkenankan juga untuk memakai atasan bebas, tetapi harus rapi dan sopan. Setelah berbaris, kami dimobilisasi menuju lapangan Saraga. Hari ini kami akan membentuk formasi #UNTUKINDONESIA. Ohiya, itu kita dibedakan warnanya, merah dan putih. Untuk tulisan #untuk berwarna merah, sedangkan tulisan Indonesia berwarna putih. Kelompokku, 124, kebagian warna putih dan tulisan N . Disitu kita semua saling mengikuti instruksi dari ketua kelompok, sehingga akhirnya kami berhasil membentuk formasi dengan baik. dibutuhkan sekali kerjasama dan kekompakan serta kolaborasi sari setiap kelompok. Kolaborasi mempunyai arti bekerja sama dengan orang/organisasi dengan keahlian dan tugas yang berbeda demi mencapai tujuan bersama. Selesai dari situ, kita dimobilisasi ke Sabuga.
Sesampai di Sabuga, acara pertama yang kami ikuti adalah melihat defile OHU 2013, ada 80 unit mahasiswa yang ditampilkan. Selesai dari itu, kami dimobilisasi sesuai dengan agama masing-masing, untuk mengikuti kegiatan agama. Singkat cerita, kami semua kembali masuk ke auditorium, sekarang kami akan mengikuti seminar OSKM 2013, yang acaranya dibawakan oleh Putri Indonesia 2011, Maria Selena, yang merupakan alumni SBM ITB. Seminar pertama dibawakan oleh Bapak Menteri Perdagangan Indonesia, Bpk. Gita Mirawan. Dikesempatan kali ini beliau berkesempatan untuk memberikan motivasi dan dorongan bagi para mahasiswa baru ITB 2013. Beliau membahas tentang calon-calon pemimpin masa depan yang wajib memiliki semangat dan kekuatan moral. Beliau membahas pula mengenai pembangunan ekonomi di Indonesia yang tidak boleh kehilangan jati dirinya, serta bisa belajar dari negara lain yang lebih , seperti Thailand. Beliau juga menegaskan perlunya Gangnam, yaitu, kemajuan ekonomi, kesinambungan demokrasi, kemahiran teknologi, dan kekayaan budaya. Tidak lupa beliau mengingatkan kita pentingnya pluralisme di Indonesia.
Seminar kedua dibawakan oleh WANADRI, yang mengambil tema Cinta Tanah Air. Seminar ini memjelaskan tentang Indonesia dalam berbagai aspek. Indonesia yang begitu beragam dalam hal hayati, pulau-pulau, pesisir, garis pantai, gunung, dan lain-lain. Mengatakan bahwa Indonesia bukanlah negara kepulauan, melainkan negara kelautan yang dikelilingi pulau-pulau. Selanjutnya, seminar dilanjutkan oleh Ibu Tri Mumpuni, yang mengambil tema Integritas dan Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa. Beliau menekankan pentingnya pengetahuan (logika) yang diikuti oleh perasaan (empati), “jangan pernah berpikir tanpa rasa”, kalau kita dapat melakukannya, maka kita dapat membaca Indonesia dengan baik. Beliau memberikan definisi kewirausahaan sosial, sebagai berikut, pelurusan visi pembangunan, perubahan paradigma investasi dan pembatasan pertumbuhan usaha. Beliau begitu menginspirasi kita semua dengan tindakannya yang membantu desa-desa di daerah pedalaman yang belum mendapatkan listrik.
Dan yang terakhir, seminar ini dibawakan oleh Bapak Haska yang merupakan alumni ITB. Beliau merupakan pendiri Riset Indie, yang tugasnyaa melakukan riset tentang hal-hal yang suka-suka mereka. Mereka pernah melakukan riset mengenai polaroid, animatronic, dan juga menjalankan pelaksanaan angkot day, dimana satu hari penuh di daerah tertentu , masyarakat dapat mendapatlkan fasilitas angkot yang nyaman, aman, serta gratis. Beliau ingin membudidayakan kebiasan naik angkot, karena banyaknya orang yang membawa kendaraan pribadi , sehingga meyebabkan kota Bandung macet. Pengalaman hidup beliau begitu menginspirasi kita semua untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi Indonesia. Karena kita semua pasti akan memiliki cerita masing-masing. Selesai mendengarkan semua seminar , kami dimobilisasi menemui kelompok masing-masing , selesai diberi tugas kami dipersilakan pulang.
0 comments:
Post a Comment