Sunday, August 25, 2013

Resume kegiatan 24 Agustus + Materi

AHMAD SODIQ EL HUSAINI
SAPPK
19913109

Hari ini adalah hari terakhir sekaligus terberat(menurut saya) dalam OSKM ITB 2013. Bagaimana tidak, hari ini kami diharuskan berkumpul di Lapangan Sipil pukul 06.20 dan baru dipulangkan pada jam 21.30. Terlebih lagi, semua kegiatan hari ini dilakukan diluar ruangan, ditambah cuaca yang panas menyengat, dan makan siang yang datangnya telat.

Kegiatan pertama di hari ini adalah mentoring agama. Mentoring atau diskusi kali ini dipimpin oleh Kakak-kakak dari Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS). Kami para kaum adam dikumpulkan per 5 kelompok untuk mendiskusikan mengenai Ketuhanan. Kami diajarkan mengenai bagaimana meningkatkan keimanan kepada Allah dan tetap memegang ajaran agama dalam segala kegiatan di kampus. Selain itu, Kakak dari GAMAIS juga menerangkan bahwa beribadah tidak hanya Sholat, puasa, zakat, dan haji. Ibadah tidak hanya hubungan manusia kepada Allah, tapi juga kepada sesama manusia. 

Setelah mentoring agama, kami di mobilisasi ke lapangan SR. Acara dilanjutkan dengan mentoring(lagi) bersama Kakak Taplok dan dilanjutkan oleh Kakak dari Himpunan Mahasiswa Farmasi. Materinya berisi tentang kolaborasi, urgensi kemahasiswaan, tridarma perguruan tinggi, budaya kampus, KM ITB dan Gerakan Kemahasiswaan. Berikut ini adalah resume dari mentoring siang ini:

Kolaborasi
Kolaborasi adalah kerjasama antar individu untuk mencapai tujuan yang sama. Kolaborasi dapat meningkatkan efisiensi waktu dan memperkaya ide-ide baru sehingga kecil kemungkinan terjadi deadlock dibandingkan dengan bekerja secara individu. Tetapi, kadang kolaborasi juga memiliki konflik. Biasanya konflik terjadi karena ego salah satu pihak, tujuan yang tidak lagi sama dan juga kedisiplinan. Oleh karena itu, dalam kolaborasi, kita dituntut untuk menghargai satu sama lain, mau diatur, tidak hanya mau mengatur dan mengesampingkan egoisme diri.

Urgensi Kemahasiswaan
Kegiatan kemahasiswaan berguna untuk aktualisasi diri seorang mahasiswa.
Falsafah Kemahasiswaan: 

POPOPE : Posisi Potensi Peran
Posisi Mahasiswa adalah sebagai Masyarakat Sipil Terpelajar, Masyarakat Ekonomi, dan Masyarakat Politik. Potensi Mahasiswa yaitu kritis, idealis, mandiri, semangat, wawasan luas, multidisiplin ilmu dan jaringan luas. Peran Mahasiswa adalah sebagai Agent of Change, Iron Stock, dan Guardian of Value

Tridarma Perguruan Tinggi:
1)      Pendidikan
2)      Penelitian
3)      Pengabdian Masyarakat


Budaya Kampus
1)      Peduli Lingkungan
2)      Integritas akademik
3)      Diskusi
4)      Apresiasi
5)      Wawasan Kebangsaan
6)      Inovasi
7)      Kewirausahaan
8)      Budaya Mahasiswa dekat dengan masyarakat
9)      Budaya Mahasiswa dekat dengan alam
10)   Budaya menjadi pemimpin
11)   Budaya menulis

KELUARGA MAHASISWA ITB
Anggota KM ITB adalah seluruh mahasiswa S1 yang terdaftar resmi di ITB dan anggota kehormatan yang disahkan oleh Kongres
KM ITB memiliki Kongres sebagai badan tertinggi yang bertugas menjalankan fungsi legislatif dan yudikatif, Kabinet KM ITB yang bertugas menjalankan fungsi eksekutif, Tim Beasiswa yang bertugas memberikan informasi mengenai beasiswa dan MWA/WM (Majelis Wali Amanat/Wakil Mahasiswa) yang bertugas menyalurkan aspirasi mahasiswa ke rektorat, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Anggota Kongres terdiri dari perwakilan-perwakilan HMJ dari setiap jurusan. 

Gerakan Kemahasiswaan
Gerakan mahasiwa terbagi menjadi dua, yaitu secara horizontal dan juga vertikal. Pergerakan mahasiswa secara horizontal biasanya mencakup area yang kecil dalam waktu yang cenderung singkat, contohnya adalah bakti sosial. Sedangkan pergerakan mahasiswa secara vertikal memiliki ruang lingkup yang lebih besar, dan sayangnya seringkali berujung anarkis, contohnya adalah demo kepada pemerintah. Budaya pergerakan ITB yaitu mengarah ke kajian sebelum menyalurkan aspirasi, sehingga jelas apa maksud dan tujuannya.

Setelah selesai dengan mentoring ke 2, acara dihentikan sementara untuk makan dan sholat zuhur. Mungkin nasib kelompok 124 sedang tidak baik hari ini, kami kehabisan jatah makan siang dan baru didapat pada sore hari menjelang maghrib. Kegiatan selanjutnya adalah observasi langsung ke daerah Cimbeleuit. Kami diharuskan menggunakan pola pikir K3 dalam menganalisis masalah yang terjadi di daerah tersebut dari segi PESTEL(Politik, Ekonomi, Sosial,Teknologi, Environment, Legal).Kami diberi waktu hingga pukul 14.30 dan setelah itu kami kembali ke kampus. Thanks to Ka Gaby atas traktirannya di Indomaret :D.
Tak lama setelah kembali ke kampus, kami dikondisikan untuk melaksanakan sholat ashar. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab paling cetar sepanjang OSKM 2013. Bagaimana tidak, kami,angkatan 2013,dibagi menjadi  4 (kalau tidak salah, kalau salah mohon maaf) kelompok dan dikelilingi oleh Kakak-kakak massa kampus yang suaranya menggelegar. Tanya jawab berlangsung agak menegangkan, diiringi teriakan-teriakan dari massa kampus yang (mungkin) bertujuan menjatuhkan mental 2013. Ada beberapa point menarik di sesi ini yaitu saat kami ditantang membentuk formasi tulisan ITB dalam 30 detik yang akhirnya (kayanya) berhasil, dan satu lagi adalah saat saya ditunjuk oleh seorang senior dari Himpunan Mahasiswa Biologi yang sebenarnya kami sudah saling kenal di SMAhahaha. 

Sesi tanya jawab selesai, dan kami dimobilisasi ke dekat taman labirin untuk sholat maghrib. Kemudian kami dimobilisasi ke Saraga untuk hal yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu Closing OSKM 2013! Proses mobilisasi seperti biasa diiringi dengan seruan “tempel depannya” dari Kakak-kakak Arga Pancaka yang keren dan kece. Mobilisasi semakin meriah ketika menuruni tangga menuju terowongan. Teriakan-teriakan semakin riuh “menyambut” 2013 yang sedang dimobilisasi melewati terowongan Tamansari hingga akhirnya tiba dan berbaris rapi di Saraga. 

Closing OSKM 2013 diawali dengan tarian teatrikal yang sangat luar biasa mengenai keserakahan manusia yang mengundang bencana. Selanjutnya Presiden KM ITB, Kak Nyoman Anjani naik ke atas panggung memberikan sambutan yang kemudian dilanjutkan oleh Rektor ITB. Kemudian, Danlap untuk kesekian kalinya menyuruh kami untuk tutup mata, tutup telinga dan menundukan kepala. Ketika kami membuka mata, telinga dan menegakkan kepala, diatas panggung sudah ada sekumpulan orang yang awalnya saya kira paduan suara, tapi ternyata yang bernyanyi hanya dua dan sisanya membentuk pola-pola untuk mendukung secara visual. Lagu Mentari dinyanyikan, diikuti oleh 3600an mahasiswa baru 2013, kemudian dilanjutkan dengan dengan Lagu Gebyar Gebyar yang ditutup dengan pelepasan balon yang berkelap-kelip dan berwarna-warna oleh Kakak-kakak Taplok, dan itu adalah bagian paling keren di OSKM ini. 

Acara terakhir ini diakhiri dengan foto-foto bersama kelompok dan dilanjutkan dengan mobilisasi untuk terakhir kalinya sepanjang OSKM 2013. Akhirnya Arga Pancaka ada yang tersenyum.

0 comments:

Post a Comment