AHMAD SODIQ EL HUSAINI
SAPPK
19913109
Hari ini adalah hari terakhir sekaligus
terberat(menurut saya) dalam OSKM ITB 2013. Bagaimana tidak, hari ini kami
diharuskan berkumpul di Lapangan Sipil pukul 06.20 dan baru dipulangkan pada
jam 21.30. Terlebih lagi, semua kegiatan hari ini dilakukan diluar ruangan,
ditambah cuaca yang panas menyengat, dan makan siang yang datangnya telat.
Kegiatan pertama di hari ini adalah mentoring
agama. Mentoring atau diskusi kali ini dipimpin oleh Kakak-kakak dari Keluarga
Mahasiswa Islam (GAMAIS). Kami para kaum adam dikumpulkan per 5 kelompok untuk
mendiskusikan mengenai Ketuhanan. Kami diajarkan mengenai bagaimana
meningkatkan keimanan kepada Allah dan tetap memegang ajaran agama dalam segala
kegiatan di kampus. Selain itu, Kakak dari GAMAIS juga menerangkan bahwa
beribadah tidak hanya Sholat, puasa, zakat, dan haji. Ibadah tidak hanya
hubungan manusia kepada Allah, tapi juga kepada sesama manusia.
Setelah mentoring agama, kami di mobilisasi ke
lapangan SR. Acara dilanjutkan dengan mentoring(lagi) bersama Kakak Taplok dan
dilanjutkan oleh Kakak dari Himpunan Mahasiswa Farmasi. Materinya berisi
tentang kolaborasi, urgensi kemahasiswaan, tridarma perguruan tinggi, budaya
kampus, KM ITB dan Gerakan Kemahasiswaan. Berikut ini adalah resume dari
mentoring siang ini:
Kolaborasi
Kolaborasi adalah
kerjasama antar individu untuk mencapai tujuan yang sama. Kolaborasi dapat
meningkatkan efisiensi waktu dan memperkaya ide-ide baru sehingga kecil
kemungkinan terjadi deadlock
dibandingkan dengan bekerja secara individu. Tetapi, kadang kolaborasi juga
memiliki konflik. Biasanya konflik terjadi karena ego salah satu pihak, tujuan
yang tidak lagi sama dan juga kedisiplinan. Oleh karena itu, dalam kolaborasi,
kita dituntut untuk menghargai satu sama lain, mau diatur, tidak hanya mau
mengatur dan mengesampingkan egoisme diri.
Urgensi Kemahasiswaan
Kegiatan
kemahasiswaan berguna untuk aktualisasi diri seorang mahasiswa.
Falsafah
Kemahasiswaan:
POPOPE : Posisi Potensi Peran
Posisi Mahasiswa adalah sebagai
Masyarakat Sipil Terpelajar, Masyarakat Ekonomi, dan Masyarakat Politik. Potensi Mahasiswa yaitu kritis, idealis, mandiri, semangat, wawasan luas,
multidisiplin ilmu dan jaringan luas. Peran
Mahasiswa adalah sebagai Agent of
Change, Iron Stock, dan Guardian of
Value.
Tridarma Perguruan Tinggi:
1)
Pendidikan
2)
Penelitian
3)
Pengabdian Masyarakat
Budaya Kampus
1)
Peduli Lingkungan
2)
Integritas akademik
3)
Diskusi
4)
Apresiasi
5)
Wawasan Kebangsaan
6)
Inovasi
7)
Kewirausahaan
8)
Budaya Mahasiswa dekat dengan
masyarakat
9)
Budaya Mahasiswa dekat dengan alam
10)
Budaya menjadi pemimpin
11)
Budaya menulis
KELUARGA MAHASISWA ITB
Anggota KM ITB
adalah seluruh mahasiswa S1 yang terdaftar resmi di ITB dan anggota kehormatan
yang disahkan oleh Kongres
KM ITB memiliki
Kongres sebagai badan tertinggi yang bertugas menjalankan fungsi legislatif dan
yudikatif, Kabinet KM ITB yang bertugas menjalankan fungsi eksekutif, Tim
Beasiswa yang bertugas memberikan informasi mengenai beasiswa dan MWA/WM
(Majelis Wali Amanat/Wakil Mahasiswa) yang bertugas menyalurkan aspirasi
mahasiswa ke rektorat, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan Unit Kegiatan Mahasiswa.
Anggota Kongres terdiri dari perwakilan-perwakilan HMJ dari setiap jurusan.
Gerakan Kemahasiswaan
Gerakan mahasiwa
terbagi menjadi dua, yaitu secara horizontal dan juga vertikal. Pergerakan
mahasiswa secara horizontal biasanya mencakup area yang kecil dalam waktu yang
cenderung singkat, contohnya adalah bakti sosial. Sedangkan pergerakan
mahasiswa secara vertikal memiliki ruang lingkup yang lebih besar, dan
sayangnya seringkali berujung anarkis, contohnya adalah demo kepada pemerintah.
Budaya pergerakan ITB yaitu mengarah ke kajian sebelum menyalurkan aspirasi,
sehingga jelas apa maksud dan tujuannya.
Setelah selesai dengan mentoring ke 2, acara
dihentikan sementara untuk makan dan sholat zuhur. Mungkin nasib kelompok 124
sedang tidak baik hari ini, kami kehabisan jatah makan siang dan baru didapat
pada sore hari menjelang maghrib. Kegiatan selanjutnya adalah observasi langsung
ke daerah Cimbeleuit. Kami diharuskan menggunakan pola pikir K3 dalam
menganalisis masalah yang terjadi di daerah tersebut dari segi PESTEL(Politik, Ekonomi, Sosial,Teknologi,
Environment, Legal).Kami diberi waktu hingga pukul 14.30 dan setelah itu kami
kembali ke kampus. Thanks to Ka Gaby
atas traktirannya di Indomaret :D.
Tak lama setelah kembali ke kampus, kami
dikondisikan untuk melaksanakan sholat ashar. Kemudian acara dilanjutkan dengan
sesi tanya jawab paling cetar sepanjang OSKM 2013. Bagaimana tidak,
kami,angkatan 2013,dibagi menjadi 4
(kalau tidak salah, kalau salah mohon maaf) kelompok dan dikelilingi oleh
Kakak-kakak massa kampus yang suaranya menggelegar. Tanya jawab berlangsung
agak menegangkan, diiringi teriakan-teriakan dari massa kampus yang (mungkin)
bertujuan menjatuhkan mental 2013. Ada beberapa point menarik di sesi ini yaitu
saat kami ditantang membentuk formasi tulisan ITB dalam 30 detik yang akhirnya
(kayanya) berhasil, dan satu lagi adalah saat saya ditunjuk oleh seorang senior dari Himpunan Mahasiswa Biologi
yang sebenarnya kami sudah saling kenal di SMAhahaha.
Sesi tanya jawab selesai, dan kami
dimobilisasi ke dekat taman labirin untuk sholat maghrib. Kemudian kami
dimobilisasi ke Saraga untuk hal yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu Closing
OSKM 2013! Proses mobilisasi seperti biasa diiringi dengan seruan “tempel
depannya” dari Kakak-kakak Arga Pancaka yang keren dan kece. Mobilisasi semakin
meriah ketika menuruni tangga menuju terowongan. Teriakan-teriakan semakin riuh
“menyambut” 2013 yang sedang dimobilisasi melewati terowongan Tamansari hingga
akhirnya tiba dan berbaris rapi di Saraga.
Closing OSKM 2013 diawali dengan tarian
teatrikal yang sangat luar biasa mengenai keserakahan manusia yang mengundang
bencana. Selanjutnya Presiden KM ITB, Kak Nyoman Anjani naik ke atas panggung
memberikan sambutan yang kemudian dilanjutkan oleh Rektor ITB. Kemudian, Danlap
untuk kesekian kalinya menyuruh kami untuk tutup mata, tutup telinga dan
menundukan kepala. Ketika kami membuka mata, telinga dan menegakkan kepala,
diatas panggung sudah ada sekumpulan orang yang awalnya saya kira paduan suara,
tapi ternyata yang bernyanyi hanya dua dan sisanya membentuk pola-pola untuk
mendukung secara visual. Lagu Mentari dinyanyikan, diikuti oleh 3600an
mahasiswa baru 2013, kemudian dilanjutkan dengan dengan Lagu Gebyar Gebyar yang
ditutup dengan pelepasan balon yang berkelap-kelip dan berwarna-warna oleh
Kakak-kakak Taplok, dan itu adalah bagian paling keren di OSKM ini.
Acara terakhir ini diakhiri dengan foto-foto
bersama kelompok dan dilanjutkan dengan mobilisasi untuk terakhir kalinya
sepanjang OSKM 2013. Akhirnya Arga
Pancaka ada yang tersenyum.
0 comments:
Post a Comment