Sunday, August 25, 2013

Lanjutan Materi OSKM 24 Agustus 2013 -Niki Rahma Rizkita Fttm 16413122


  • Kelengkapan Organisasi
1. Kongres
2. Kabinet KM Itb
3. Tim beasiswa
4. MWA/WM
5. HMJ
6. Unit kegiatan

Kongres berda di paling atas bagan. MWA/WM, Kabibet, dan tim beasiswa terletak satu libear dibawah kongres. HMJ berada di bawah kabinet dan Unit berada dibawah tim beasiswa. MWA/WM dan kabinet memiliki garis tebal menuju kongres. MWA/WM, kabinet, dan tim beasiswa memiliki garis putus-putus satu sama lain. Kabinet dan HMJ memiliki gariss putus-putus, begitupula dengan kabinet dan unit. HMJ memiliki garis tebal menuju kongres dan HMJ memiliki garia tebal kepada unit.
Garis tebal berati garis komando yang artinya MWA/WM, kabibet, dan HMJ harus mematuhi tugas dan keputusan dari kongres. Sedangkan garis putus-putus disebut garis koordinasi. Garis koordinasi tidak bersifat memikat. Kongres adalah lembaga legislatif dan yudikatif, sedangkan kabinet adalah eksekutif, atau peng-eksekutor. Kongres berisi para senator yang berasal dari HMJ. mereka membawa aspirasi mahasiswa jurusan di kongres untuk pengambilan keputusan haluan program atau GBHP. Tim beasiswa tugasnya mencari beasiswa, mengedarkannya, dan bertanggung jawab kepada kabinet. MWA/WM berurusan dengan rektorat dan membawa aspirasi, seperti meminta dukungan fasilitas. HMJ adalah himpunan mahasiswa jurusan. Kabinet tidak menhatur HMJ dan unit.


  • Filosofi gerakan mahasiswa. 
Gerakan mahasiswa dibagi menjadi dua, yaitu gerakan vertikal dan horizontal. Gerakan vertikal adalah gerakan seperti demo. Kelebihannya bisa mencangkup area yang lebih besar (dampak yang lebih besar( namun kekurangannya bisa memakan waktu lama. Sedangkan gerangkan Horizontal gerakan non radikal seperti bakti sosial, damoak yang dihasilkan tidak mencangkup area yang begitu besar, namun dapat dilakukan dengan waktu yang relatif singkat. 

Budaya pergerakan mahasiswa di Itb

Budaya pergerakan mahasiswa di Itb menggunakan metode kajian dan difasilitasi oleh kabinet. Karena mahasiswa Itb sadar dengan title "maha" didepan kata siswa yang mengemban banyak tanggung jawab dan dituntut untuk lebih mandiri. 

  • Insan Akademis
Menghasilkan Insam akademis adalah salah satu tujuan Universitas. Maka dati itu mahasiswa dapat memilih jurusan sesuai minat dan bakat masing-masing untuk daoat menyelesaikan masalah dikemudian hari dan pengamalan tri darma pendidikan. Adapun 2 peran insan akademis adalah mengembangkan diri guna menghafapi tantangan di masa yang akan datang dan mencari kebenaran yang objektif.

Pembentukan karakter merupakan salah satu cara untuk membentuk insan akademis yang ideal. Bisa dilakukan dengan mengikuti pergerakan kemahasiswaan ataupun unit. Dengan pengembangan karakter, kami diharapkan mampu untuk adaptive dengan karakter Itb. Meskipun kita aktif dalam segala pergerakan, namun kita harus tetap menyadari batasan yang berlaku. Salah satu genrakan yang pernah dilakukan oleh mahasiswa Itb adalah Gebrak Indonesia dan Palapa.

Resume Mitigasi: Kebakaran dan Gempa Bumi

Nama : Agus Domas Indrawijaya
NIM : 16913282
Fakultas : FTMD

Jadi kami saat di auditorium pas jeda break, dipertontonkan beberapa video. Salah satunya adalah video mitigasi bencana alam gempa bumi dan kebakaran di dalam ruangan. Yah lumayan well-made walaupun yang kebakaran mirip indosiar KW :v

Disaat gempa bumi, segeralah mencari jalan keluar dari ruangan untuk menghindari benda yang jatuh akibat gempa. Menggunakan lift sangat berbahaya, jadi carilah jalan keluar lain seperti emergency exit atau tangga darurat. Namun apabila tidak sempat, berlindunglah di bawah meja dengan menunduk dan lindungi kepala dengan tangan. Apabila berhasil keluar, jangan panik, hindari pepohonan dan bangunan.

Disaat kebakaran, khususnya di dalam ruangan segeralah berteriak jika mengetahui terjadi kebakaran yang berpotensi menjadi besar, agar semua orang tahu. Bunyikan alarm jika terdapat di dalam gedung dan selamatkan diri kalian. Bila api tidak terlalu besar, gunakan APAR untuk memadamkannya, namun jika kalian tidak bisa menggunakannya, jangan gunakan APAR dan berlarilah demi keselamatan.

Di kampus ITB, terdapat assembly point tersebar di beberapa titik kampus. Berlarilah ke titik tersebut saat terjadi bencana diatas atau hal yang lain dan jangan pulang. Telepon K3L segera bila terjadi bencana alam seperti kebakaran.

Resume Mitigasi

Nama : Fidelis Elizabet
NIM : 16413302
Fakultas : FTTM


Hal yang harus dilakukan jika terjadi gempa di dalam ruangan yaitu berlindung di bawah meja, jangan pergi berlarian saat terjadi gempa, lindungi selalu kepala, dan gunakan tangga darurat bukan lift. Hal yang harus dilakukan jika terjadi gempa di luar ruangan, segeralah pergi ke jalan yang jauh dari bangunan dan tetap lindungi kepala anda.

Kemudian hal yang harus dilakukan jika ada kebakaran di dalam ruangan yaitu berteriaklah agar semua orang menjadi waspada, kemudian bunyikan alarm, padamkan api dengan APAR, dan selalu kenali denah gedung yang anda tempati.

Jika ada kebakaran terjadi di luar ruangan yaitu teleponlah k3l dan selamatkan diri anda.
 

Resume Mentoring dan Mitigasi Bencana

Nama: Edwin Wijaya
NIM: 16513315
Fakultas:STEI

Resume mentoring OSKM:

                Di OSKM 2013, mahasiswa baru mendapatkan mentoring dari beberapa pihak, baik dari taplok, mentor agama, dan kakak senior angkatan  2011. Untuk mentoring agama, saya dimentor oleh PMK(Persekutuan Mahasiswa Kristen) ITB. Di sini maba dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 20 orang. Namun untuk kegiatan mentoringnya sendiri kembali dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang. Apa yang diajarkan di mentoring agama ini ? Saya diajarkan mengenai visi hidup saya, hakikat hidup saya berdasarkan ajaran agama Kristen. Di sini saya lebih mengerti bagaimana caranya agar kita dapat memiliki visi hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan cara berdoa, bersekutu, dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan yang rusak karena dosa, setiap kita dapat mengerti apa yang Tuhan inginkan dalam hidup masing-masing kita. Poin kedua, saya juga belajar bagaimana mengerti rancangan yang Tuhan berikan bagi setiap kita. Manusia seringkali bersungut-sungut atau protes terhadap rancangan yang Tuhan berikan atas hidupnya. Tampaknya rencana kita tidak dikabulkan Tuhan. Namun di mentoring ini saya diajarkan, bahwa rancangan Tuhan itu lebih baik daripada rancangan kita. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik bagi setiap umat-Nya. Hasilnya mungkin tidak akan terlihat sekarang atau waktu dekat. Namun, pada akhirnya kita akan menyadari dan mengakui bahwa rancangan dan rencananya lebih indah baik daripada rencana yang kita rancangkan. Misalkan, mahasiswa baru ditempatkan di ITB pasti ada tujuannya. Tuhan tentu sudah merancangkan bagaimana kelak kita dapat melaksanakan kehendak-Nya dengan kita kuliah di ITB. Itulah hal yang saya dapatkan selama mentoring agama.
                Mentoring lainnya adalah mentoring dari taplok tentunya. Materi yang dibawakan antara lain pola pikir K3 yang sudah pernah dibuat resumenya. Selain itu ada juga materi mengenai kolaborasi. Sebagai mahasiswa tentunya selain ada kompetisi, ada pula kolaborasi. Kolaborasi dapat diartikan sebagai kerja sama antar individu yang berbeda latar belakang untuk meraih tujuan yang sama. Di sini mahasiswa diajak untuk berkolaborasi walau rumpun ilmu atau budayanya berbeda karena sekarang kita adalah mahasiswa ITB. Dalam berkolaborasi tentu saja ada konflik yang timbul seperti tujuan, prinsip, konsep-konsep yang berbeda. Akan tetapi semua itu harus diminimalisir sehingga tujuan kolaborasi dapat tetap tercapai. Setidaknya ada 2 tujuan kolaborasi: efisiensi mutu dan melihat dari berbagai sudut pandang. Kolaborasi sangat berperan dalam mendidik kita agar bisa mengatur dan diatur.
                Materi lainnya yang tak kalah penting adalah mengenai urgensi kemahasiswaaan. Di sini dijelaskan mengenai falsafah kemahasiswaan yaitu POPOPE (Posis, Potensi, dan Peran). Ada 3 posisi mahasiswa, yaitu sebagai masyarakat sipil terpelajar, masyarakat ekonomi, dan masyarakat politik. Potensi mahasiswa tentu saja banyak antara lain, kritis, idealis, mandiri, semangat, wawasan luas, multidisiplin ilmu, dan jaringan. Sedangkan peran mahasiswa dapat dibagi menjadi 3: agent of change(agen perubahan, harus bergerak ke masyarakat), iron stock(harus bisa ditempa, bisa dipakai Negara/masyarakat, pengganti generasi yang sekarang memimpin), dan guardian of value(penjaga nilai atau norma dan budaya). Selain itu ada pula materi mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian masyarakat. Setiap mahasiswa sudah barang tentu melaksankan konsep-konsep ini. Hal lain yang tak kalah penting adalah budaya kampus, tentunya budaya kampus di ITB. Ada 11 poin budaya kampus yang diinginkan oleh KM-ITB : peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi, apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, budaya mahasiswa dekat masyarakat, lingkungan/ alam, mau menjadi pemimpin, dan mau menulis. Selain itu pula ada materi mengenai cinta tanah air. Mahasiswa dituntut untuk memiliki rasa cinta tanah air yang dalam. Hal itu menjadi sangat penting mengingat mahasiswa akan menjadi calon pemimpin masa depan. Hal itu harus diwujudkan dalam keseharian hidup mahasiswa, jadi bukan saja dalam hal akademik semata. Setiap mahasiswa juga dituntut untuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan (non-akademis) seperti aktif dalam Unit ataupun turut berperan dalam HMJ, kabinet, dsb. Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan ini juga tidak lain adalah untuk mengembangkan karakater mahasiswa yang seutuhnya.
Selain itu mentoring juga dibawakan oleh senior angkatan 2011 mengenai KM-ITB dan pergerakan mahasiswa. Anggota KM-ITB adalah seluruh mahasiswa S-1 di ITB. Kedaulatan tertingginya tetap ada di tangan mahasiswa S-1 ITB. Kelengkapan organisasi KM-ITB berupa Kongres, Kabinet KM-ITB, Tim Beasiswa, MWA/WM, HMJ(Himpunan Mahasiswa Jurusan), dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Kongres menempati urutan tertinggi dalam hal kekuasaan. Anggota Kongres adalah senator-senator yang berasal dari perwakilan HMJ. Kongres memiliki kedaulatan atas MWA/WM dan Kabinet. Kabinet, MWA/WM, dan Tim Beasiswa berada dalam posisi sejajar. Kabinet memiliki fungsi koordinasi(kerja sama) dengan MWA/WM dan Tim Beasiswa. Di bawah Kabinet ada HMJ dan Unit. Kabinet juga harus berkoordinasi dengan HMJ dan Unit walau posisi keduanya berada di bawah Kabinet. Itulah kira-kira gambaran diagram antar kelengkapan organisasi di KM-ITB.
                Materi terakhir adalah mengenai gerakan mahasiswa secara umum dan di ITB khususnya. Gerakan mahasiswa dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu vertikal dan horizontal. Secara vertikal berarti gerakan mahasiswa ditujukan ke pemerintah. Hal ini biasanya ditujukan dalam bentuk demonstrasi. Mahasiswa ITB memiliki cara yang berbeda dalam hal demonstrasi. Mahasiswa ITB tidak melakukan demo dengan cara-cara anarkis melainkan dengan cara-cara diskusi antara pihak pemerintah dan mahasiswa, seperti yang dilakukan dengan pihak DPR ketika berdemo mengenai kenaikan harga BBM. Hal ini menurut mahasiswa ITB ditujukan dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan dan nama baik ITB. Mahasiswa ITB juga tidak mau mengikuti demo yang tidak jelas tujuan atau konsepnya sekalipun itu diajak oleh mahasiswa dari kampus lain. Gerakan mahasiswa secara vertikal memiliki dampak positif karena dampaknya luas, bahkan bisa berskala nasional.Akan tetapi, gerakan mahasiswa secara vertikal seperti demo juga memiliki dampak negative yaitu tindakan anarkis yang bisa merugikan masyarakat sekitar dan fasilitas umum. Jenis gerakan mahasiswa yang kedua adalah secara horizontal. Hal ini bisa dilakukan dengan bakti sosial sebagai contohnya. Gerakan mahasiswa secara horizontal memang lebih dititikberatkan sebagai gerakan yang ditujukan langsung kepada masyarakat. Contoh lainnya adalah pembangunan desa tertinggal. Gerakan horizontal memiliki dampak positf berupa gerakan yang tidak anarkis dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Akan tetapi gerakan mahasiswa secara horizontal memiliki dampak yang sempit karena hanya bergantung kepada area tertentu saja, tidak seperti gerakan vertikal yang jika berhasil bisa berdampak nasional. Berkenaan dengan hal ini, perguruan tinggi pun memiliki tugas di antaranya menghasilkan insan akademis. Mereka adalah mahasiswa yahng mampu mengabdikan ilmunya ke masyarakat, bukan saja di dalam kampus. Sebagai insan akademis tentunya memiliki 2 peran: menghadapi tantangan masa depan dan mengerti kebenaran yang realistis/ sebenarnya, bukan secara subjektif. Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan ini juga tidak lain adalah untuk mengembangkan karakater mahasiswa yang seutuhnya.

Resume video mitigasi bencana:

                Bencana dapat terjadi kapan saja. Baik ketika kita siap menghadapinya maupun saat yang tidak kita duga. Maka dari itu perlu tindakan-tindakan dalam menghadapi bencana. ITB sangat peduli dengan hal ini. Maka dibuatlah sebuah video mitigasi bencana meliputi tindakan-tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, baik bencana alam seperti gempa bumi dan bencana yang disebabkan oleh kelalaian manusia atau kesalahan pada fasilitas atau alat-alat seperti kebakaran.
                Untuk bencana gempa bumi, dijelaskan bahwa hal yang perlu dilakukan ketika kita berada di dalam ruangan adalah langsung mencari tempat persembunyian seperti kolong meja atau tempat berlindung lainnya. Setelah gempa berhenti, segera keluar dari ruangan, cari tempat terbuka dan lindungi kepala Anda ketika keluar ruangan sehingga Anda aman. Hal ini ditujukan untuk menghindari adanya runtuhan bangunan yang bisa mencelakai kita. Jika kita berada di luar bangunan, segera mencari lapangan agar terhindar dari reruntuhan bangunan atau pohon yang mungkin tumbang.
                Jika terjadi kebakaran dan Anda berada di dalam ruangan, segera cari APAR(alat pemadam) dan padamkan api. Akan tetapi, jika Anda tidak yakin mampu melakukannya mintalah bantuan orang di sekitar Anda atau hubungi segera petugas pemadam kebakaran. Jika Anda berada di luar bangunan dan terjadi kebakaran, segera hubungi petugas pemadam kebakaran, agar kebakaran tidak meluas. Itulah tindakan pertama yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana gempa bumi dan juga ketika terjadi kebakaran.

Resume materi 24 Agustus

Nama : Fidelis Elizabet
NIM : 16413302
Fakultas : FTTM


Dalam mentoring agama kami diberi materi berupa Visi dan Misi, visi merupakan tujuan dalam hidup seseorang yang akan diwujudkannya dalam hidupnya ke depan, visi haruslah berupa impian yang realistic yaitu impian yang mampu dan dapat diwujudkan. Visi yang baik tidak hanya mementingkan kepentingan sendiri, melainkan dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat sekitar. Misi merupakan langkah kita untuk mewujudkan visi tersebut.

Selanjutnya oleh kakak taplok, kami diberi materi berupa kolaborasi, kolaborasi merupakan bentuk kerja sama antarindividu untuk mencapai tujuan yang sama.

Kemudian kami diberitahu mengenai popup, yaitu posisi mahasiswa berupa masyarakat sipil terpelajar, masyarakat ekonomi yang membutuhkan uang, dan masyarakat politik. Yang kedua potensi berupa kritis dalam memecahkan masalah, idealis, mandiri, semangat, berwawasan luas, multi disiplin ilmu dan memiliki jaringan yang luas. Yang ketiga yaitu peran, mahasiswa memiliki peran yaitu sebagai pembawa perubahan, iron stock, dan penjaga norma dan nilai yang ada.

Lalu materi selanjutnya yaitu Tri Darma perguruan tinggi, yaitu yang pertama pendidikan, yang kedua penelitian dan pengembangan dan yang ketiga pengabdian kepada masyarakat.

Kemudian kami diberitahu mengenai budya kampus, seperti peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi,apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, budaya mahasiswa dekat masyarakat, budaya mahasiswa dekat dengan lingkungan, budaya mau jadi pemimpin, dan budaya menulis.

Selanjutnya kami diberi materi mengenai KM ITB, yang memiliki anggota yaitu seluruh mahasiswa s1 di ITB, lalu kedaulatan tertinggi berada di tangan mahasiswa dan memiliki kelengkapan organisasi berupa kongres, cabinet, tim beasiswa, MWA/WM, hmj dan unit.

Materi selanjutnya berupa gerakan mahasiswa, gerakan tersebut ada yang berarah vertical dan horizontal, yang dimaksud vertikal yaitu gerakan antara mahasiswa dengan pemerintah yang dapat berdampak pada masyarakat luas, sedangkan horizontal merupakan gerakan antara mahasiswa dengan masyarakat yang tidak berdampak besar.

Lalu materi selanjutnya yaitu mengenai cinta tanah air, di sini kami diajarkan untuk mencintai tanah air kita, karena sebagai mahasiswa masyarakat Indonesia menaruh harapan kepada kami agar kami kelak dapat memimpin Negara ini menjadi lebih baik lagi.